4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream – Ada orang bergaji di atas Rp10 juta perbulan, punya lebih dari satu mobil, dan tinggal di apartemen atau rumah elite di pusat kota. Belum lagi setiap minggu pergi ke mal dan makan di resto mewah.
Ditambah lagi, di dompetnya punya lebih dari dua kartu bank. Apakah orang ini bisa disebut kaya?
Jawabannya, belum tentu. Kalau yang bersangkutan cuma bisa hidup dari bulan ke bulan dan punya banyak utang di kartu kredit, jawabannya: dia tidak kaya.
Dikutip dari laman Business Insider, Rabu 10 Januari 2018, untuk mengetahui apakah Anda benar-benar kaya, ada satu pertanyaan yang bisa diajukan kepada diri sendiri. Pertanyaannya mudah.
“ Kalau kamu jadi kehilangan pekerjaan besok, bisa enggak bertahan?”
Jika jawabannya tidak, orang ini tidak tergolong kaya. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum melabeli diri sebagai orang kaya.
Yang pertama adalah pengeluaran. Anda bisa bertahan lebih lama tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Tapi, ini enggak mungkin, dong, ya, karena Sahabat Dream perlu mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Jika pengeluarannya kecil dan bisa ngirit, selamat Anda bisa bertahan lebih lama dengan uang yang ada. Sebaliknya, jika memiliki utang yang banyak—belum lagi gaya hidup yang tinggi—ya, sudah, bye. Sahabat Dream tidak bisa bertahan lebih lama dengan uang yang ada.
Ke dua, kantong cadangan. Bisa bertahan beberapa lama tanpa mengganggu rekening tabungan? Bisa. Itu terjadi jika Anda bisa berhemat dan menyisihkan uang untuk dana darurat.
Yang ke tiga, aset. Aset ini bisa berupa emas, saham, atau properti. Aset ini bisa menghasilkan uang meskipun Anda tidak bekerja. Jika kehilangan pekerjaan, penghasilan Anda dari pekerjaan mungkin akan berhenti, tetapi tidak dari aset. Dari aset ini, pundi-pundi uang akan terus mengalir ke kantong.
Jika punya gaya hidup sederhana dan bisa irit, serta memiliki dana darurat, tabungan, dan aset, Anda tergolong kaya meskipun tak memiliki pekerjaan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
