Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jangan Sampai Keinginan "untung" Berubah Menjadi "buntung" Karena Investasi Bodong.
Dream – Tak bisa dipungkiri bahwa investasi merupakan salah satu jalan untuk meraih meraup keuntungan. Namun, tak jarang investasi yang ditawarkan hanyalah tipu-tipu alias bodong belaka. Skema yang kerap digunakan oleh investasi ilegal adalah investasi berskema ponzi.
Dikutip dari laman BBC, Kamis 4 Januari 2018, pada skema ponzi, pelaku umumnya mengambil uang dari satu kelompok investor untuk membayar investor yang lainnya. Atau, malah mengalihkan dana investasi ke kas pribadi pelaku.
“Fakta mengerikan tentang skema ponzi adalah penipuan dan kebohongan,” kata Senior Vice President of Investor Education di Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), Gerri Walsh.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi. Salah satunya adalah perusahaan harus memiliki portofolio investasi. Kalau tak ada dokumen ini, lebih baik jangan diambil.
Kepala Bagian Advokasi dan Edukasi Investor di Security and Exchange Commision (SEC), Owen Donley, mengatakan, perusahaan investasi harus bisa memperlihatkan portofolio investasi kepada calon investor. “Jika tidak, perlu dicurigai,” kata Donley.
Dia juga meminta masyarakat untuk tidak berinvestasi jika tidak paham tentang skema investasi. “Kalau investor ritel tak paham investasi yang ditawarkan, harusnya jangan diambil,” kata Donley.
Selain itu, calon investor harus menahan uang jika investasinya tidak meyakinkan. “Pelaku kejahatan akan membelanjakan uang. Sejak kita menanamkan uang di sana, uang itu sering lenyap,” kata Donley.
© Dream
Sebelum mulai menanamkan modal di perusahaan investasi, lebih baik cek terlebih dahulu rekam jejak perusahaan. Pastikan mereka telah terdaftar di otoritas keuangan dan tak memiliki catatan hitam.
Kalau perusahaan tidak menampilkan itu, Anda patut berpikir dua kali dan curiga bahwa perusahaan investasi yang bersangkutan adalah entitas illegal.
© Dream
Poin kedua, Anda harus waspada jika ditawari investasi yang kompleks.”Kalau investor ritel tak paham investasi yang ditawarkan, harusnya jangan diambil,” kata Kepala Bagian Advokasi dan Edukasi Investor di Security and Exchange Commision (SEC), Owen Donley.
Donley juga mengatakan perusahaan investasi harus memperlihatkan dokumen investasi. Jika tidak, ditengarai investasi yang ditawarkan adalah investasi bodong.
© Dream
Laporan bulanan seharusnya menunjukkan jumlah transaksi dan nilainya dan jangan malas untuk mengeceknya. Jika ada transaksi mencurigakan atau hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan, segera hubungi broker.
“Ketika pasar turun, memeriksa transaksi memang membuat depresi. Tapi, Anda harus melakukannya,” kata dia.
© Dream
Jika entitas itu menawarkan profit yang terlalu tinggi, perlu diwaspadai. Sebab, salah satu ciri investasi bodong yaitu penawaran keuntungan yang terlampau tinggi.
“Jika ada yang menawarkan Anda tentang return yang tinggi, mereka bohong. Anda mungkin sedang menghadapi fraud,” kata Donley.
© Dream
Jika penawaran investasi tidak meyakinkan, lebih baik berpikir dua kali untuk menanamkan modal di sana. “Pelaku kejahatan akan membelanjakan uang. Sejak kita menanamkan uang di sana, uang itu sering lenyap,” kata Donley.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
