Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mudik
Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pengusaha angkutan umum (Perusahaan Otobus -PO) tidak boleh menaikkan tarif terkait amblesnya jembatan Kali Comal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meski terjadi pengalihan rute yang menyebabkan jarak tempuh menjadi lebih jauh.
" Tidak ada kenaikan tarif angkutan umum," tegas Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, seperti dikutip dari situs Kemenhub, Selasa, 22 Juli 2014.
Menurut Bambang, pihaknya sudah berkordinasi dengan Organda (Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Jalan) mengenai tarif tersebut.
" Organda menyatakan, tidak akan ada kenaikan tarif," tegas Bambang.
Seperti diketahui, dampak amblesnya jembatan Kali Comal, yang merupakan jalur utama Pantai Utara (Pantura) Jawa, rute Angkutan Lebaran 2014 dialihkan melalui tiga alternatif yaitu pertama melalui jalan - jalan kecil di sekitar wilayah Kabupaten Pemalang.
" Ini hanya untuk kendaraan kecil," tutur Bambang.
Alternatif kedua pengalihan melalui jalur tengah yaitu dari Semarang ke arah Wonosobo - Banjarnegara - Purbalingga, Purwokerto-Tegal yang berjarak 26 kilo meter. Alternatif ke tiga adalah melalui jalur selatan, Bandung- Garut, Tasikmalaya- Ciamis, Banjarnegara-Kebumen- Karanganyar- Kutoarjo-Purwokerto-Yogyakarta -Magelang- Semarang berjarak 65 - 70 kilo meter.
Dengan jauhnya rute alternatif, maka akan menambah biaya operasi kendaraan terutama bahan bakar.
" Ada juga alternatif, jika penumpang dari PO yang sama penumpang turun di seberang kali, kemudian menyeberang sungai kemudian diangkut PO lainnya ke tujuan," papar Bambang.
Bambang mengakui, terputusnya jalur utama Pantura sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan Angkutan Lebaran 2014. Pasalnya, di jalur ini selama musim mudik lebaran terjadi 44.000 trafik per hari. Bambang berharap, penanganan yang melibatkan berbagai pihak termasuk pasukan Zikon (Zeni Konstruksi) TNI AD bisa digunakan meskipun hanya sementara.
" Karena itu, kita lakukan rekayasa lalu lintas," tandas Bambang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya