Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Maskapai Penerbangan Malaysia Airlines
Dream - Maskapai penerbangan dengan jumlah penumpang terbanyak di dunia, Emirate, menolak usulan untuk melengkapi armadanya dengan fasilitas anti roket.
Usulan ini mengemuka menyusul tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh oleh roket di zona konflik Ukraina.
" Sejumlah orang mengatakan pesawat harus dilengkap perangkat penangkal roket. Usul ini dipastikan takkan bergerak kemana-mana," kata Presiden Emirate, Tim Clark seperti dikutip dari laman Arabianbusiness, Selasa, 22 Juli 2014.
Menurut Clark, jika maskapai tak bisa beroperasi secara bebas dan tak terbebani gangguan apapun tanpa khawatir terhadap ancaman dijatuhkan, operator mungkin akan memilih untuk tak beroperasi sama sekali.
Ide penangkal anti roket di badan pesawat pertama kali muncul ketika sebuah pesawat kargo Airbus A300 menggunakan senjata di kawasan Baghdad pada 2003. Isu ini pun kembali mengemuka setelah jatuhnya pesawat MH17.
Merujuk data Bloomberg, pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan US$ 239 juta dalam satu dekade terakhir untuk mengkaji kemungkinan mempersenjatai pesawat komersial.
Namun ide ini kandas setelah muncul taksiran biaya untuk mempersenjatai pesawat komersial AS kemungkinan yang mencapai US$ 43 miliar.
Isu ini merupakan salah satu perdebatan yang muncul usai ditembak jatuhnya pesawat Malaysia, Kamis lalu. Presiden Emirates sendiri sudah menggelar pertemuan dengan sejumlah maskapai penerbangan dunia untuk membahas sikap mereka terhadap situasi yang berkembang saat ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya