Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka menguat dan sempat menembus level 5.155,03 akhirnya ditutup melemah di zona merah. IHSG bahkan terhempas dari level 5.100.
Pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto yang menolak hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, membuat IHSG terjun bebas hingga sempat terpangkas lebih dari 100 poin.
Beruntung, kekhawatiran pelaku pasar ini tak berlangsung lama. Pemodal kembali tenang dan membawa indeks kembali bergerak menguat mesti masih di zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 22 Juli 2014, IHSG terkoreksi 43,6 poin (0,85%) ke level 5.083,52. Aksi jual yang sebelumnya ditunggangi aksi ambil untung pelaku pasar membuat 245 emiten bergerak di zona merah.
Transaksi perdagangan saham di hari pengumuman Pilpres ini tercatat mencapai 92,66 miliar saham dengan nilai Rp 8,93 triliun. Hingga sesi penutupan perdagangan, pemodal asing sendiri mengambil posisi wait and see terhadap kelanjutan hasil Pilpres dan mencetak nett sell Rp 9,46 miliar.
Kejutan jelang penutupan perdagangan saham kali ini juga membuat indeks saham syariah berakhir di zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,35 poin (0,81%) ke level 167,1. Indeks ISSI terseret pelemaham harga saham dari 154 emiten.
Aksi jual beli emiten syariah kali ini mencapai 49,52 miliar dengan nilai transaksi menembus Rp 5,21 triliun. Indeks ISSI kali ini menembus level tertinggi di posisi 168,63 dan terendah 164,09.
Koreksi dalam juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 4,77 poin (0,68%) ke level 692,33. Indeks JII sebetulnya sempat menyentuh level tertinggi di 702,89, sebelum akhirnya terkoreksi akibat sentimen negatif dari dalam negeri.
Terjunnya IHSG dan indeks saham BEI lainnya terjadi di tengah kondisi pasar modal regional yang justru bergerak menguat. Indeks Nikkei dan Hang Seng mencetak kenaikan masing-masing 0,84 persen dan 1,69 persen.
Sementara dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah bergerak melemah dengan koreksi 57 poin (0,49%) ke level 11.629 per dolar AS.
Di hari yang cukup menegangkan ini, tercatat 5 emiten bluechips syariah mampu mencetak penguatan dan mengisi daftar top gainer BEI. Pencetak kenaikan tersebut adalah SILO yang menguat Rp 225, UNVR Rp 100, PGAS Rp 50, BMTR Ro 30, dan SMRA Rp 15 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya