Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Memberikan Sambutan Pada Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Keuangan, Di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tahun ini tidak ada pihak yang pesimistis terhadap perekonomian Indonesia. Dia mengharapkan tantangan sebanyak apa pun harus dihadapi dengan rasa optimistis.
“ Ini masalah psikologis. Dunia juga sama. Kalau pemimpin-pemimpinnya tidak memberikan rasa optimis, bagaimana rakyatnya,” kata Jokowi di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Jumat 13 Januari 2017.
Dia bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang baik di tengah-tengah krisis Yunani, peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit), turunnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, dan ketidakpastian global pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat.
“ Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi negara kita tahun 2016, data terakhir yang saya peroleh memang masih untuk triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4 belum saya terima. Jadi belum bisa menyampaikan berapa pertumbuhan ekonomi 2016. Tetapi, paling tidak pada triwulan yang kedua dan ketiga 5,18 dan 5,02 adalah sebuah angka yang patut kita syukuri,” kata dia.
Jokowi menjelaskan, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang lain terutama untuk G-20, Indonesia masih pada urutan yang ke-3 setelah India dan Tiongkok. Artinya, Indonesia pada posisi yang sangat baik. Meskipun demikian, dia mengingatkan peringkat pun harus terus diperbaiki.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya