Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Didorong Lebih Berperan Dalam Pembangunan Daerah.
Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia, memiliki aset yang sangat besar. Total asetnya BPD ditaksir mencapai Rp525 triliun.
Jika dikolaborasi, jumlah aset BPD tersebut menempatkannya sebagai bank terbesar keempat di Indonesia.
Melihat dari sisi aset ini, OJK justru mempertanyakan pembangunan daerah yang belum sesuai harapan. BPD seharusnya mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“ Seharusnya BPD dapat berperan lebih dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, di Jakarta, Jumat 13 Januari 2017.
Diakui Muliaman, BPD selama ini memang masih menghadapi banyak tantangan. Mereka masih terkendala masalah teknologi dan sumber daya manusia (SDM).
Untuk mengatasi masalah itu, OJK mendorong BPD agar menjalin sinergi dengan BPD lainnya, baik BPD lain yang ada di satu pulau maupun yang di luar pulau.
“ BPD yang kuat bisa membantu BPD yang kurang kuat,” kata Muliaman seraya menambahkan jika OJK mendorong kerja sama BPD dengan bank-bank pelat merah.
Sementara itu, OJK juga tengah melakukan transformasi BPD yang meliputi peningkatan kemampuan bisnis dan layanan, penguatan ketahanan kelembagaan, dan kontribusi pembangunan daerah. Transformasi ini pun perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang profesional, infrastruktur IT yang memadai, manajemen risiko, dan pengendalian intern yang efektif.
“ Kami berkomitmen transformasi BPD yang intinya adalah penguatan pada kemampuan bisnis, ketahanan kelembagaan dan ketahanan SDM, serta membuka akses keuangan di daerah,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya