Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pemerintah telah berhasil meningkatkan jumlah lapangan kerja hingga 12,31 persen. Angka itu dibandingkan jumlah pada periode yang sama tahun 2014, atau bertambah sekitar 685 ribu orang sepanjang semester pertama tahun 2015.
“ Ini merupakan sebagian hasil dari upaya untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,’’ ungkap Jokowi seperti dikutip dari keterangan pers Bakohumas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu, 21 Oktober 2015.
Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, strategi untuk perubahan Indonesia tersebut ditempuh melalui tranformasi fundamental ekonomi yang bertumpu pada tiga aspek.
Aspek pertama yaitu mengubah ekonomi berbasis konsumsi menjadi ekonomi berbasis produksi. Kedua, kebijakan realokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangunan infrastruktur dan subsidi yang lebih tepat sasaran untuk pengentasan kemiskinan.
Sebagian besar realokasi subsidi BBM tersebut, lanjutnya, digunakan untuk membiayai infrastruktur, seperti pembangunan tol laut dan jaringan kereta api baru di luar Pulau Jawa sebesar Rp21 triliun; distribusi Kartu Keluarga Sejahtera sebesar Rp9,3 triliun; Kartu Indonesia Sehat sebesar Rp2,7 triliun; Kartu Indonesia Pintar yang menjangkau 19,2 juta siswa sebesar Rp7,1 triliun; serta pembangunan 25 waduk baru dan irigasi untuk satu juta hektar sawah sebesar Rp33,3 triliun.
Sementara, aspek ketiga yaitu mendorong pembangunan yang lebih merata di luar Pulau Jawa. Hal itu terlihat dari percepatan pembangunan infrastruktur yang di beberapa tempat, seperti pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan Papua.
Sebagai informasi, secara total, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada semester I-2015 mencapai Rp259,7 triliun. Dari jumlah tersebut, 44 persen di antaranya merupakan investasi di luar Pulau Jawa.
Ini menunjukkan peningkatan hingga 25 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2014, yang realisasinya sebesar Rp222,8 triliun, di mana hanya 41 persen di antaranya yang diinvestasikan di luar Pulau Jawa. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya