Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Facebook Presiden Joko Widodo
Dream – Jokowi memamerkan hasil pembangunan yang dibiayai dengan dana desa. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengunggah video hasil pembangunan di sejumlah daerah dengan menggunakan dana yang dianggarkan sejak 2015 itu.
" Dana desa untuk apa?" tulis Jokowi ke akun Facebook, Rabu 23 Agustus 2017. Mantan wali kota Solo ini memaparkan hasil pembangunan dengan dana desa ini melalui video berdurasi 59 detik.
Dalam video tersebut tertulis bahwa sejak tahun 2015, dana desa sudah “ melahirkan” pembangunan 89 ribu kilometer (km) jalan desa, 764.400 jembatan, dan 1.700 tambatan perahu.
Tak hanya itu, dana tersebut juga telah berwujud fasilitas pendidikan dan kesehatan, berupa 14.900 bangunan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), 4.100 poliklinik desa, dan 9.900 posyandu. Dana desa juga digunakan untuk membangun 3 ribu unit pasar desa.
Selain itu, anggaran ini juga digunakan untuk membangun infrastruktur air, yaitu 108 ribu unit drainase dan irigasi serta 941 embung. Tak hanya itu, sejak 2015, ada 22.100 rumah tangga yang mendapatkan akses air bersih.
Pemerintah menganggarkan dana desa sebesar Rp20,7 triliun pada 2015, untuk pertama kalinya. Jumlah ini meningkat menjadi Rp46,9 triliun pada periode 2016, dan naik lagi menjadi Rp60 triliun pada 2017. Untuk tahun 2018, pemerintah tidak mengubah besar anggaran dana desa yang akan dikucurkan, yaitu Rp60 triliun.
Warganet menyambut baik hasil pembangunan dari dana desa. “ Dana desa untuk membangun desa agar lebih baik dan dilarang untuk dikorupsi,” tulis warganet dengan akun Lily Pang.
Namun ada juga pengguna Facebook yang berkeluh-kesah karena pembangunan di desanya tidak seindah yang ditampilkan di video tersebut. Ada yang menduga dana desa “ ditilep” oleh aparatur desa.
“ Di desa saya pun jalannya rusak. Tolong, Pak, segera kirim KPK biar disiasat dan bantuan pemerintah saja tidak pernah diberikan. Desa saya, Desa Jambearu, Kec. Puger, Kab, Jember, nggak pernah dapat bantuan dari pusat. Entah dana desanya lari ke mana,” tulis warganet bernama Mohamad Solikin Sohay.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya