Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Mempertimbangkan Akan Menambah Menteri.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempertimbangkan untuk membentuk kementerian khusus yang menangani investasi dan ekspor. Ide itu muncul setelah presiden melihat laju investasi dan ekspor belum berjalan sesuai harapannya.
Ide ini diungkapkan Jokowi di hadapan ratusan investor dalam acara “ Peresmian Pembukaan Rarkornas Investasi 2019” di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa 12 Maret 2019.
“ Saya sudah sampaikan di rapat kabinet minggu lalu, apakah perlu, situasinya seperti ini, perlu menteri investasi dan menteri ekspor khusus?” tanya presiden kepada para menterinya, dikutip dari Liputan6.com.
Jokowi mengatakan ide itu muncul setelah melihat banyak negara yang memiliki menteri khusus bidang investasi dan ekspor. “ Dua menteri,” kata dia.
Eks gubernur DKI Jakarta ini mengatakan investasi saat ini belum tumbuh sesuai harapan. Dia pun mendorong percepatan perizinan dan memangkas proses birokrasi. Tapi, sampai saat ini masih terdengar banyak keluhan dari investor.
Dikatakan juga banyak investor yang datang ke Indonesia untuk berinvestasi. Akan tetapi, yang terealisasi tidak lebih dari 10 persen. Kesimpulannya, masih ada persoalan yang terjadi di lapangan.
" Saya paling greget, kita tahu kesalahan kita, kita mengerti solusinya, kita mengerti jalan keluarnya tapi kita tidak bisa tuntaskan. Saya akan lihat alur mana yang masih tidak benar di titik tertentu. Dan saya akan temukan itu, tunggu saja," kata dia.
Padahal, saat ini kondisi ekonomi Indonesia cukup stabil. Bahkan dari data BKPM, Indonesia menjadi tujuan favorit ke-4 di dunia bagi para CEO perusahaan multinasional.
Modal lain, lembaga pemeringkat internasional seperti S&P, Moody's dan Fitch menempatkan Indonesia sebagai negara layak investasi. " Kalau modal ini tidak kita manfaatkan, percuma," tegas Jokowi.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya