Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Bersama Wapres JK Dan Mensesneg Pratikno (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi. Hal ini dimaksudkan agar kejahatan korupsi dapat diberantas untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.
Inpres tersebut menjadi bahan dalam rapat kabinet terbatas bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri. Dalam rapat terbatas itu, Jokowi menegaskan pemberantasan korupsi harus berjalan lebih serius demi ketercapaian target pertumbuhan ekonomi yang sudah ditetapkan.
Untuk mewujudkan langkah itu, Jokowi ingin membangun sistem yang kuat dengan menitikberatkan pada akuntabilitas dan transparansi. Langkah itu dijalankan dengan memperkuat sistem e-budgeting, e-purchasing, e-cataloque, e-audito serta pajak online yang diimbangi dengan pengawasan ketat.
" Saya meyakini ini akan banyak sekali mengurangi korupsi di daerah maupun di pusat," ujar Jokowi, dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Sabtu, 20 Juni 2015.
Rapat ini melibatkan beberapa menteri. Para menteri tersebut seperti Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Mensesneg Pratikno, Menseskab Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, Jaksa Agung Prasetyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, dan Kepala PPATK M Yusuf.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya