Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Harga Daging Sapi Di Pasar Tradisional Masih Mahal.
Dream – Setiap menjelang puasa, salah satu bahan makanan yang selalu jadi perhatian adalah daging sapi. Sumber protein ini selalu naik saban memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, mengakui harga daging sapi di pasar saat ini masih tinggi. Satu kilogramnya bisa mencapai Rp120 ribu.
Namun menyambut puasa, Mendag mengaku sudah cara untuk menekan tingginya harga daging sapi menjelang Ramadhan. Salah satunya adalah mendatangkan daging sapi impor.
Enggartiasto mengatakan pemerintah siap menyebar 40 ribu ton daging impor beku ke pasar tradsional. Daging ini dipasok dari India. Jika kurang, pemerintah siap mendatangkan kembali daging impor sebanyak 51 ribu ton.
“ Daging sekarang yang sudah ada di Bulog sebanyak 40 ribu ton dari India. Yang disiapkan lagi untuk masuk 51 ribu ton,” kata dia di Bandung, dilansir dari Merdeka.com, Jumat 5 Mei 2017.
Enggartiasto mengatakan harga daging impor beku ini jauh lebih murah daripada harga daging 8-sapi lokal di pasar. Daging sapi beku ini dilepas dengan harga Rp80 ribu per kg. Dengan adanya daging sapi beku, dia mengatakan masyarakat punya pilihan lain saat membeli daging sapi.
“ Sementara ini, masyarakat masih menganggap daging beku itu kurang manis dan sebagainya. Padahal, daging beku itu lebih higienis,” kata dia.
Enggartiasto mengatakan kebijakan impor ini diambil agar populasi sapi di dalam negeri bisa ditingkatkan. Dikatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir populasi sapi dalam negeri, menurun.
“ Mengapa kami masukan impor dagingnya? Supaya sapi yang produktif tidak dipotong dulu. Semakin dipotong, semakin habis sapinya,” kata dia.
Enggartiasto menjamin kebijakan impor daging ini bisa mengamankan supply daging sapi dalam empat bulan ke depan. Masyarakat pun diminta tak perlu khawatir tentang harga daging sapid an pasokannya.
“ Jadi, sampai empat bulan ke depan, (pasokan daging sapi) aman. Daging beku nanti akan segera masuk ke pasar karena mereka (pedagang) ada freezer dan cold storage. Jadi, tidak masalah,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya