Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jaringan Ritel Mainan, Toys R Us, Dikabarkan Bangkrut.
Dream – Jaringan ritel mainan asal Amerika Serikat, Toys R Us, dikabarkan akan gulung tikar karena terlilit utang lebih dari satu dekade. Kejatuhan ritel ini juga disebabkan karena ritel ini kalah bersaing dengan toko online.
Dilansir dari Bloomberg, Selasa 19 September 2017, perusahaan ini mendaftarkan dokumen Chapter 11 ke pengadilan di Amerika Serikat. Dokumen Chapter 11 ini merupakan dokumen pengajuan pailit. Namun, perusahaan tak mengumumkan rencana penutupan toko dan mengatakan toko-tokonya yang tersebar di seluruh dunia tetap beroperasi normal.
“ Seperti ritel mana pun, keputusan tentang penutupan toko masa depan akan terus dibuat berdasarkan (solusi) apa yang masuk akal untuk bisnis ini,” kata juru bicara Toys R Us, Michael Freitag.
Utang jaringan ritel mainan ini dikabarkan mencapai US$3 miliar (Rp39,78 triliun). Lembaga pemeringkat, Standard&Poor’s (S&P) dan Fitch Rating menurunkan peringkat utang Toys R Us. Misalnya, S&P yang menurunkan peringkat utang Toys R Us menjadi CCC-.
Beberapa bank seperti JP Morgan Chase&Co, Barclays Plc, Goldman Sachs Group Inc, dan Well Fargo&Co juga disebut bersedia memberikan pembiayaan bagi ritel mainan ini selama masa bangkrut.
Kebangkrutan Toys R Us ini merupakan hantaman bagi industri ritel konvensional di tengah menjamurnya perdagangan elektronik dan lesunya jumlah pengunjung. Lebih dari selusin ritel di sana yang mengajukan perlindungan kreditur, seperti Payless Inc., Gymboree Corp., dan Perfumania Holdings Inc.
Sekadar informasi, pengajuan pailit ini juga akan mengizinkan ritel ini merestrukturisasi utang sebesar US$400 juta (Rp5,3 triliun). Ritel ini juga merekrut agen klaim untuk membantu proses pailit. Kabar ini membuat vendor-vendornya menahan pasokan ke ritel karena khawatir perusahaan ini tak sanggup membayar tagihan.
“ Pengajuan utang ini merupakan puncak masalah keuangan selama 15 tahun. Akhirnya, masalahnya ‘pecah telur’,” kata analis industri, Jim Silver.
Kabar kebangkrutan ini membuat saham vendor mainan anjlok seperti saham Mattel turun 6,2 persen dan Hasbro 1,7 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya