Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kadang, Banyak Sekali Saran Tentang Karier Yang Kita Dapat Dari Orang-orang.
Dream – Dalam dunia kerja, semua orang mempunyai banyak saran untuk kemajuan karier kamu. Ketika sedang memerlukan masukan, Sahabat Dream juga pasti pernah meminta saran tentang karier.
Namun, tidak semua saran karier yang didapatkan ini berdampak positif terhadap karier. Ada saran karier yang sebaiknya tak perlu kamu dengar. Kalau perlu, buang saja jauh-jauh.
Dilansir dari Monster.com, Sabtu 26 Januari 2018, saran yang sebaiknya nggak usah didengerkan itu adalah soal meminta promosi jabatan. Sering terdengar seseorang tidak akan naik pangkat jika tidak meminta.
Pakar karier di PeopleNRG.com, Lawrence Polsky, mengatakan sebaiknya seorang karyawan tidak meminta kenaikan jabatan terlalu buru-buru. Alasanya, perusahaan biasanya memiliki penilaian tahunan.
Dari penilaian tahunan, ada dua nasib yang akan kamu hadapi. Kemungkinan perusahaan mempromosikan jabatan baru atau bertahan di posisi lain. Nah, ketika momen penilaian tahunan inilah kamu harus menggunakan kesempatan itu untuk mempromosikan diri mendapat kenaikan pangkat.
Saran yang kedua adalah usahakan membuat resume secara singkat, kalau bisa, satu halaman. Saran ini sangat tak dianjurkan oleh Kepala perekrutan di Expert Institute, Michael Morgenstern. Dia mengatakan resume mencerminkan alasan kamu layak diperhitungkan.
“ Jangan mengorbankan kemampuan andal, bakat, dan keterampilan hanya untuk menjadikannya satu halaman,” kata Morgenstern.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya