Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Orang Tertidur Karena Kecapekan Kerja.(Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika bekerja terlalu keras, tak jarang orang akan merasa lelah. Saat lelah yang dirasakan itu teramat sangat, mereka akan tertidur.
Pekerja yang kecapekan acapkali tertidur di sembarang tempat, seperti di angkutan umum atau di restoran. Malah ada yang tertidur di tengah jalan.
Dikutip dari Next Shark, Minggu 11 Februari 2019, sebuah akun Twitter @SHIBUYAMELTDOWN menjadi terkenal dan viral karena mengunggah foto-foto orang-orang Jepang di Shibuya yang tertidur, baik yang kecapekan atau karena terlalu mabuk.

(Foto: Next Shark)
Beberapa foto menunjukkan perilaku mereka memalukan, tapi juga membahayakan. Sebab, ada, lho, yang ketiduran sampai di tengah jalan.

Malah,ada juga yang tidur di parkiran mobil atau tempat sampah.

(Foto: Next Shark)
Setelah dibuat pada Juli 2006, kini, akun medsos itu sudah diikuti oleh 60 ribu pengikut. Foto-foto ini menunjukkan bahwa orang-orang Shibuya menyukai kerja keras dan pesta, tulis Next Shark.

(Foto: Next Shark)
Dream – Orang kaya-raya rela mengeluarkan uang berapapun asal keinginan mereka terpenuhi. Dalam urusan tidur pulas pun mereka mau membayar berapapun.
Permintaan tidur nyenyak inilah yag dipenuhi sebuah perusahaan pesawat pribadi saat menawarkan fasilitas pada klien jetset-nya.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 23 Januari 2019, para penyewa jet pribadi dari Amerika Serikat yang terbang dari pesisir barat ke timur, ingin tidur nyenyak agar tak terganggu.
" Zaman sekarang, istirahat dan tidur yang efektif adalah bagian dari nilai dalam menyewa pesawat," ujar CFO Alerion, Suran Wijayawardana, kepada Marketwatch.
Suran bukan satu-satunya perusahaan yang mengungkapkan keinginan para klien mahalnya. Hal senada diungkapkan pendiri PrivateFly, Adam Twidell, yang menyebut ada emphasis agar bisa tidur lebih baik sedang menjadi tren di pasar jet pribadi.
" Kami melihat para traveler memilih penerbangan harga tinggi non-stop ketimbang penerbangan yang lebih murah dan setop untuk isi bensin agar mereka bisa istirahat lebih baik dan tidur tanpa gangguan," kata dia.
Padahal, Twidell menyebut penerbangan yang lebih murah bisa menghemat US$15 ribu atau Rp213,29 juta. Contoh lainnya, orang super kaya lebih suka membayar hingga US$90 ribu (Rp1,28 miliar) demi penerbangan rute populer Miami ke London.
Pilihan mahal itu diambil agar mereka bisa tidur tanpa terganggu di dalam pesawat. Desain jet-jet pribadi pun mengikuti selera pasar dengan memberi area tidur yang lebih besar.
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Dream – Tesla selama ini dikenal sebagai salah satu model mobil ramah lingkungan idaman semua orang. Tapi siapa sangka, jika mobil dengan logo huruf T ini pernah nyaris tamat dan hilang dari muka bumi.
" Tesla benar-benar menghadapi ancaman kematian yang parah karena jalan produksi Model 3,” kata CEO Tesla, Elon Musk dalam wawsancara bersama Axios di HBO, dikutip dari Market Watch, Senin 26 November 2018.
Menurut Musk, Tesla kala itu hampir selangkah lagi menemui akhir hayatnya. Alasannya, perusahaan kala itu jor-joran mengeluarkan uang untuk memproduksi Tesla Models seperti orang gila.
“ Kalau kami tidak menyelesaikan masalah dalam waktu yang singkat, kami akan mati. Ini sangat sulit untuk menyelesaikannya,” kata dia.
Musk menggambarkan Tesla meningkatkan produksi untuk membangun 5 ribu unit sedan Models 3 selama seminggu pada akhir Juni 2018. Selama produksi itu, dia tidur di lantai pabrik. Bahkan, Musk telah mencapai batas kemampuannya. Dia dan para pegawai bekerja 22 jam selama sehari dan tujuh hari selama seminggu.
“ Orang-orang seharusnya tidak bekerja sekeras ini. Ini sangat menyakitkan,” kata dia.
Musk mengakui kerja keras ini sangat menyakitkannya. Namun, dia menyebut itu adalah cara untuk mengeluarkan Tesla dari “ kematian”.
“ Otak dan hati saya sakit. Itu menyakitkan dan tidak direkomemdasikan untuk siapa pun. Saya hanya melakukannya. Jika tidak melakukannya, ada peluang Tesla akan mati,” kata dia.
Pada akhir Oktober ini, Tesla membukukan laba mengejutkan. Dia menyebut Tesla tak lagi menatap kematian di wajah. Kemungkinan akan menjadi arus kas positif untuk semua kuartal di depan. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya