Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Baru-baru ini Bank Sentral Uni Emirat Arab (UEA) mulai menerima berbagai surat utang syariah (sukuk) sebagai jaminan bagi bank syariah untuk mengakses fasilitas pinjaman khusus dari tanggal 1 April 2015.
" Ini akan membantu bank-bank syariah UEA yang sebagian besar memegang sekuritas syariah tersebut," kata Bashar Al Natoor, Global Head of Islamic Finance di Fitch Ratings, seperti dikutip dari Gulf News, Selasa, 14 April 2015.
Fasilitas pinjaman yang sudah berjalan satu minggu ini didasarkan pada akad wakalah, di mana negara menanamkan uangnya atas nama pemberi pinjaman.
Kebanyakan instrumen pengelolaan likuiditas bank syariah terdiri dari aset dengan profitabilitas rendah, seperti uang tunai dan deposito bank sentral. Sementara sukuk ditawarkan sebagai instrumen over-the-counter dan hanya sedikit yang terdaftar di bursa.
Sebelumnya, pelaksanaan Basel III dan aturan coverage rasio likuiditas (LCR) baru diharapkan akan meningkatkan penawaran instrumen pengelolaan likuiditas dan emiten cenderung untuk mendaftarkan lebih banyak sukuk mereka di bursa. Selain itu, beberapa regulator diperkirakan akan mulai menerima sukuk sebagai jaminan atas likuiditas.
Bahrain dan bank syariah yang berbasis di UEA sejauh ini kelebihan likuiditas baik secara tunai maupun sukuk dengan tenor antara tiga dan enam bulan. Hal ini merugikan dibandingkan dengan bank konvensional, yang memiliki berbagai pilihan manajemen likuiditas produktif berdasar bunga.
" Upaya untuk mengembangkan alat likuiditas berbasis syariah mulai banyak dilakukan di beberapa negara Teluk, terutama Oman,” ujar Al Natoor.
“ Alat-alat ini akan menjadi penting bagi bank syariah untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka, lebih-lebih laju pertumbuhan jasa keuangan syariah melampaui pertumbuhan perbankan konvensional di wilayah ini," tambahnya.
Keuangan syariah berharap bisa memperluas jumlah nasabah Muslim yang besar yang relatif kurang terlayani perbankan seiring dengan perkembangan ekonomi di negara asal mereka. Beberapa negara dengan populasi muslim yang besar juga berusaha untuk menginvestasikan kekayaan mereka pada instrumen berbasis syariah.
Aset perbankan syariah UEA mencapai US$ 100 miliar, keempat terbesar di dunia setelah Iran, Malaysia dan Arab Saudi, menurut data pemerintah Dubai. Sementara aset perbankan syariah di Bahrain sendiri mencapai US$ 43 miliar.
Di UEA, bank sentral telah memperluas daftar jaminan syariah untuk mendapatkan pinjaman overnight dengan memasukkan jenis aset selain sertifikat deposito syariah negara.
" Keterbatasan peraturan dan pajak bisa menahan perkembangan perbankan syariah, seperti berkurangnya alat yang bisa mengakomodasi aturan syariah. pengenalan alat manajemen likuiditas baru di Bahrain dan UEA menandai langkah kecil tapi penting dalam mengatasi beberapa tantangan tersebut," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam