Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kementerian Keuangan Memutuskan Hubungan Dengan J. P Morgan.
Dream – Kementerian Keuangan telah memutus hubungan kerja sama dengan raksasa bank Amerika Serikat, JP Morgan Chase. Sebab, bank ini dinilai membuat riset yang merugikan Indonesia.
Dalam riset mereka, JP Morgan merekomendasikan investor untuk mengurangi portofolio investasi mereka di Indonesia.
Dilansir dari www.finanews.asia, Selasa 3 Januari 2017, keputusan pemutusan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan, Marwanto Harjowiryono. Marwanto mengatakan laporan JP Morgan bisa mengganggu stabilitas keuangan Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Keuangan juga menghentikan kerja sama dengan bank ini untuk bank persepsi dan penjual surat utang negara.
Pada November 2016, bank ini menurunkan rekomendasi investasi dari overweight menjadi underweight. Penurunan ini terjadi setelah melihat Amerika Serikat memberikan yield yang lebih menjanjikan.
Tentu saja ini akan meningkatkan risiko dua kali lipat bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
© Dream
Dream - Kajian yang dirilis JP bukan pertama kali memantik amarah Kementerian Keuangan, melainkan kedua kalinya.
Pada tahun 2015, pada tahun 2015, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengeluarkan peringatan keras bagi JP Morgan setelah merilis laporan tentang apesiasi dolar AS yang begitu tajam, serta ada perang mata uang setelah kebangkitan devaluasi Yuan Tiongkok.
© Dream
Dream - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, mengatakan sepakat dengan dengan keputusan pemerintah terkait dengan kajian JP Morgan.
Menurut Tito, perekonomian Indonesia sudah jauh lebih baik. Inilah yang membuat Tito menilai laporan itu tidak sesuai dengan perekonomian Indonesia.
" Terus terang saya terganggu. Itu tidak benar, tapi kita jadi membuang waktu untuk membela diri untuk menerangkan. Saya mendukung keputusan Bu Ani (Sri Mulyani),” kata dia di Bursa Efek Indonesia.
Meskipun demikian, pemutusan hubungan dengan J. P. Morgan, tidak akan berpengaruh terhadap pasar modal. “ Saya rasa nggak,” kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya