7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Dream – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, sempat membuat dunia usaha gempar karena salah satu program proteksi perdagangan. Dalam program ini, Trump akan memberlakukan pajak terhadap barang impor, termasuk barang produksi Tiongkok.
Pada Selasa 3 Januari 2017, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengatakan pebisnis yang banting setir jadi politis ini akan memberlakukan pajak 45 persen terhadap produk impor. Nah, salah satu produk yang akan terkena imbasnya adalah produk buatan Apple, yaitu iPhone.
Sekadar informasi, Apple memang bekerja sama dengan Foxconn—sebuah perusahaan perakit komponen elektronik di Tiongkok—untuk membuat komponen produk Apple, seperti iPhone.
“ Yang pertama mengamuk saya kira orang Amerika Serikat sendiri,” kata dia di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengapa?
JK mengatakan penerapan pajak yang terlalu tinggi terhadap barang impor bisa berakibat kepada harga barang yang terlalu tinggi. Ini akan menyebabkan terjadinya inflasi di Amerika Serikat.
“ Jadi, kita tidak perlu khawatir atas dasar apa yang dibicarakan Trump,” kata dia.
Kebijakan Trump, lanjut JK, juga belum bisa dipastikan apakah akan terealisasi semua atau tidak. Dari perbincangan dengan mantan pemimpin Amerika Serikat, Barrack Obama, JK mengungkapkan presiden AS itu memperkirakan realisasi janji-janji kampanye Trump hanya akan terealisasi sebesar 50 persen.
“ Jadi kita tidak terlalu khawatir sehingga kita bisa mengelola ekonomi kita dari yang liberal menjadi nasionalis,” kata dia.
Selain itu, kata JK, memimpin negara jauh lebih sulit daripada memimpin korporasi. “ Kalau korporasi itu mudah dibelokkan kiri kanan. Tapi, sebagai negara besar, tidak semudah itu,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?