Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Melemah Di Awal Perdagangan.
Dream - Mengawali tahun 2017, indeks syariah justru bergerak lesu. Meski kondisi regional relatif aman, pelaku pasar justru berhati-hati melantai di bursa saham. Tertahannya aksi beli ini membuat dua indeks acuan syariah kompak ditutup melemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 3 Januari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,707 poin (0,41%) ke level 171,370. Indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga merosot 2,606 poin (0,38%) ke level 691,521.
Tanda-tanda minimnya aksi beli investor sudah tercium sejak awal perdagangan. Dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, indeks saham syariah justru dibuka melemah. Laju negatif ISSI dan JII ini terus bertahan sampai sesi penutupan perdagangan.
Investor tercatat mentransaksikan 41,68 miliar lembar saham syariah dengan nilai transaksinya mencapai Rp3,41 triliun.
Pemodal asing yang jelang akhir tahun 2016 melakukan aksi jual, justru berbalik menggelar aksi beli. Meski minim, ISSI mencatat asing melakukan nett buy dengan nilai Rp 3,3 miliar. Sayangnya, indeks saham bluechips syariah justru mencatat nett sell Rp 21,45 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral juga mengalami koreksi. Yang terbesar terjadi pada indeks sektor pertanian yang rontok 1,15 persen, disusul industri aneka 0,98 persen dan perdagangan 0,82 persen.
Hanya ada satu indeks sektoral yang bergerak positif yaitu sektor pertambangan yang naik 0,58 persen.
Emiten keping biru syariah yang mencatat kenaikan harga saham tertinggi di awal 2017 adalah SILO yang naik Rp700, diikuti oleh PTBA Rp275, PGAS Rp120, ADRO Rp45 dan WIKA Rp40.
Sebaliknya, emiten syariah top loser adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp250, diikuti oleh INDF Rp200, AALI Rp175, AKRA Rp175, dan PTPP Rp120.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru positif. Kurs rupiah terhadap dolar AS menguat 14 poin (0,10%) di level Rp13.451 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya