Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Setelah Sepekan, Indeks Syariah Rebound.
Dream - Setelah lebih dari sepekan mendekam di zona merah, indeks syariah akhirnya bisa kembali melaju di jalur positif. Aksi window dressing emiten yang mempercantik kinerja sahamnya membuat aksi beli menjadi ramai.
Sentime dari laju penguatan sejumlah indeks saham regional juga ikut mendorong aksi beli pemodal. Meski bursa saham China sore ini justru bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 27 Desember 2016. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik ke level 165,305 poin atau menguat 2,305 poin (1,41%).
Begitu pula dengan indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 12,858 poin (1,98%) ke level 660,959.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak menguat semenjak bel pembukaan perdagangan dinyalakan. ISSI yang dibuka menguat sempat meyentu level tertingginya di 165,753. Namun munculnya tekanan jual jelang penutupan membuat ISSI kembali turun dari level tertingginya tersebut.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 97,95 miliar lembar saham syariah telah diperdagangkan dengan nilai transaksinya menyentuh Rp4,09 triliun. Pemodal asing yang akhir pekan lalu melakukan aksi jual sore ini justru mencetak nett buy hingga Rp 387 miliar.
Namun aksi beli ini tak terjadi pada saham-saham unggulan syariah. Indeks JII justru mencatat nett sell pemodal asing hingga Rp 284 miliar.
Aksi beli investor berhasil mengangkat 127 saham syariah melaju ke zona positif. Sedangkan 73 saham syariah lainnya bergerak melemah dan 71 lainnya bertahan stagnan.
Fenomena window dressing terlihat di seluruh indeks sektoral yang bergerak menguat. Indeks sektor aneka industri menjadi motor utama perdagangan dengan menguat 3,46 persen. Diikuti indeks sektor barang konsumen 2,95 persen dan sektor manufaktur 2,48 persen.
Emiten-emiten bluechips syariah pencetak top gainer di awal pekan bulan terakhir Desember ini adalah AALI yang harganya naik Rp700, diikuti oleh ICBP Rp400, dan INDF Rp375.
Sebaliknya, emiten syariah yang menjadi top loser ada tiga, yaitu LPPF yang harga sahamnya turun Rp250, INCO Rp40, dan ANTM Rp5.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.476 per dolar AS. Kurs ini melemah 46 poin atau 0,34 persen.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari