Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dua Indeks Syariah Ditutup Melemah.
Dream - Indeks syariah ditutup melemah pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 19 Desember 2016. Dua indeks acuan saham syariah kompak berjatuhan setelah terseret sentimen negatif koreksi bursa regional.
Bergugurannya bursa regional dipicu memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China setelah temuan drone milik Negeri Paman Sam. Hubungan kedua negara sebelumnya sudah memanas akibat isu Laut China.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di posisi 169,239 atau melemah 1,500 poin (0,88%). Indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 6,403 poin (0,93%) ke level 679,402.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perdagangan dari zona hijau. Dibuka menguat, ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 171,249. Namun aksi jual menyeret laju ISSI dan JII di sesi perdagangan lepas siang. Kedua indeks inipun ditutup melemah.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 50,72 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksinya mencapai Rp3,1 triliun.
Aksi jual investor mendorong 149 saham syariah ditutup melemah sedangkan 62 emiten lainnya masih bisa bergerak naik.
Hampir semua kinerja emiten sektoral melemah pada perdagangan hari ini. Indeks sektoral yang mengalami koreksi terdalam adalah sektor konsumer yang merosot 1,63 persen. Diikuti sektor industri dasar 1,60 persen dan manufaktur 1,25 persen. Hanya satu emiten yang kinerjanya positif, yaitu emiten industri aneka yang naik 0,51 persen.
Emiten syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah emiten LPPF yang harga sahamnya naik Rp450, MIKA Rp70, ASII Rp50, SILO Rp50, dan ADRO Rp35.
Sebaliknya, emiten top loser adalah emiten UNTR yang harga sahamnya turun Rp875, INTP Rp725, ICBP Rp300, AALI Rp200, dan PTBA Rp200.
Dari pasar uang, pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.366 per dolar AS. Nilai tukar ini melemah 22 poin atau 0,16 persen. (Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan