Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sektor Perdagangan Dan Properti Mendorong Pelemahan Indeks Syariah.
Dream - Indeks syariah bergerak melemah usai libur panjang Maulid Nabi Muhammad. Laju negatif hampir seluruh indeks sektoral menyeret Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) tak kuasa melawan aksi beli.
Sentimen kecemasan pelaku pasar regional terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed membuat pemodal lokal menahan diri masuk pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 13 Desember 2016, indeks ISSI ditutup melemah 0,740 poin (0,42%) ke level 173,934. Indeks saham bluechips syariah, JII, juga turun 1,915 poin (0,27%) ke level 705,688.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan saham, sebanyak 67,54 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp5,15 triliun.
Perdagangan hari ini didominasi oleh saham-saham syariah yang bergerak turun. Tercatat 129 saham syariah ditutup melemah sedangkan 63 sisanya harganya naik.
Kinerja mayoritas emiten sektoral tengah lesu. Emiten sektor perdagangan terkoreksi paling tajam, yaitu 1,01 persen, diikuti sektor properti 0,99 persen dan konsumer 0,51 persen.
Hanya ada tiga indeks sektoral yang berkinerja positif, yaitu emiten industri dasar yang menanjak 0,1 persen, infrastruktur 0,39 persen, dan keuangan 0,01 persen.
Emiten bluechips syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp550, diikuti ICBP Rp100, PGAS Rp80, AKRA Rp75, dan INDF Rp75.
Sebaliknya, emiten syariah top loser adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi sebesar Rp725, LPPF Rp600, AALI Rp325, UNTR Rp325, dan PTBA Rp75.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.267 per dolar AS. Angka ini menguat 64 poin atau 0,48 persen.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari