Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Indeks Syariah Kompak Menguat Di Awal Pekan.
Dream - Indeks syariah ditutup positif di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 5 Desember 2016. Penguatan terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi global dan regional.
Kecemasan itu terlihat dari laju dua indeks acuan syariah yang sempat bergerak melemah setelah dibuka menguat di sesi pembukaan.
Pada papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup di level 174,08, atau naik 0,748 poin atau 0,43 persen. Penguatan juga terjadi pada indeks saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 5,012 poin (0,71%) ke level 708,416.
ISSI mengawali pembukaan awal pekan di zona positif meski sempat bergerak melemah ke level terendah di 173,055. Adanya aksi beli di sesi kedua membuat ISSI kembali melaju positif meski tekanan jual kembali muncul jelang sesi penutupan.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 50,15 miliar lembar saham telah diperdagangkan. Total trasaksinya pun mencapai angka Rp3,33 triliun. Kinerja positif dicetak 107 saham syariah sementara 89 saham syariah lain masih menghadapi tekanan jual.
Emiten sektor pertambangan tetap menjadi motor utama penggerak perdagangan hari ini. Indeksnya melesat 2,29 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur 0,95 persen, dan sektor konsumer 0,75 poin.
Sebaliknya, indeks sektor properti dan keuangan justru mengalami terkoreksi dengan melemah masing-masing 0,10 persen dan 0,16 persen.
Emiten-emiten syariah top gainer yang menjadi favorit investor hari ini adalah emiten PTBA yang harga sahamnya melesat Rp1.175, diikuti dengan UNTR Rp525, INTP Rp375, AALI Rp300, dan ICBP Rp125.
Sebaliknya, emiten-emiten syariah top losser adalah emiten LPPF yang harga sahamnya turun sebesar Rp500, diikuti oleh emiten UNVR Rp175, MIKA Rp30, WSKT Rp30, dan SMGR Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.531 per dolar AS. Kursnya melemah 31 poin atau 0,23 persen.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya