Yang Terjadi Saat Pria Muslim Duduk di Samping Putra Trump

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 7 Desember 2016 15:02
Yang Terjadi Saat Pria Muslim Duduk di Samping Putra Trump
"Saya seperti 'ditakdirkan; untuk duduk di sebelah salah satu putra Trump, Eric Trump". Mengejutkan ini yang terjadi selanjutnya...

Dream - Mayoritas penduduk di dunia kurang senang dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Karakter Donald Trump dianggap seperti Adolf Hitler zaman modern karena sikap rasis yang ditunjukkannya, terutama terhadap orang Islam. Bahkan saat kampanye Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial, mlarang Muslim masuk ke Amerika Serikat.

Ada juga kabar bahwa warga Muslim Amerika harus mengenakan ID atau tanda pengenal seperti yang dialami orang-orang Yahudi ketika diperlakukan oleh Nazi di Perang Dunia II.

Tapi baru-baru ini seorang komedian Muslim dari Arab Saudi 'ditakdirkan' untuk duduk di sebelah salah satu putra Trump, Eric Trump, ketika melakukan perjalanan ke Skotlandia.

Mereka kemudian asyik mengobrol dan dari percakapan itu, ini yang dapat disimpulkan oleh komedian bernama Mo Amer itu tentang Eric Trump.

1 dari 1 halaman

Mengejutkan, Ternyata...

" Hi guys, sekarang saya dalam perjalanan ke Skotlandia untuk jalan-jalan di UK dan saya 'terpilih' untuk duduk di sebelah Eric Trump. Berita baik, para Muslim yang memiliki kewarganegaraan Amerika tidak diwajibkan memakai ID. Itu yang dibilang oleh Eric Trump. Saya tanya soal tersebut lebih dalam saat perjalanan ke Glasgow, Skotlandia. Kadang-kadang Tuhan kirim Anda bahan untuk dipikirkan. #Merica #UKTour #HumanAppeal #ThisisNotAnEndorsement # Trump2016ComedyTour," tulis Amer di akun Twitter miliknya.

Kepada Buzzfeed, Amer mengatakan, ia mempertanyakan tentang pemakaian tanda pengenal bagi warga Muslim di AS kepada Eric. Masalah tersebut sempat dilontarkan kubu Donald Trump saat menggelar kampanye pemilihan presiden di beberapa negara bagian.

Tidak hanya untuk kaum Muslim, pemakaian tanda pengenal itu kabarnya juga akan diberlakukan terhadap pendatang di AS.

Mendapat pertanyaan tentang rencana ayahnya yang kontroversial itu, Eric berkata, " Ayolah, Anda tak boleh percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh media. Apakah Anda percaya kami akan melakukan itu (memakaikan tanda pengenal bagi umat Islam)?"

" Kami tidak mungkin membuat kartu tanda pengenal khusus untuk Muslim. Anda tahu kami tidak akan berbuat hal-hal semacam itu," tambahnya.

(Sumber: Ohbulan.com)

[crosslink_1]

Beri Komentar