Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pimpinan Yang Buruk Juga Bisa Berpengaruh Buruk Terhadap Kinerja Karyawan, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di dunia kerja, pekerjaan impian itu tak hanya ditentukan oleh minat dan insentif yang bagus, tetapi juga rekan kerja yang baik dan pimpinan yang mengagumkan. Sayangnya, tak semua pekerjaan memiliki bos yang sesuai dengan yang diinginkan.
Kalau memiliki bos yang buruk, pekerjaan itu bisa menjadi “ neraka” bagi karyawan. Sebab, jenis pimpinan ini akan memberikan pengaruh buruk terhadap kinerja karyawan dan suatu saat bisa membuat karyawannya hengkang dari perusahaan.
Lalu, apa tanda-tanda pimpinan yang buruk?
Dilansir dari Lifehack, Selasa 26 September 2017, pimpinan yang buruk biasanya berbicara dengan nada menyerang dan jarang berkomunikasi dengam tim.
Padahal, komunikasi ini adalah kunci hubungan kerja atasan dengan bawahan. Jika bos “ menyerang”, tak heran tekanan kerja akan meningkat. Seorang bos sebaiknya rutin berkomunikasi dengan tim dan memberikan instruksi yang jelas dan rinciannya terhadap suatu proyek.
Ciri yang kedua adalah `menakut-nakuti` karyawan. Motivasi sebenarnya salah satu cara agar karyawan bekerja keras. Yang diinginkan karyawan sebenarnya motivasi yang positif. Misalnya memberikan penghargaan bagi karyawan yang sudah bekerja keras.
Nah, pimpinan yang buruk biasanya menakut-nakuti karyawannya untuk bisa bekerja lebih giat lagi. Misalnya jika tak bekerja dengan benar, karyawan akan dipecat.
Ciri yang ketiga adalah dia ingin mengontrol penuh atas pekerjaan. Seorang karyawan dipaksa mengerjakan pekerjaan sesuai dengan caranya. Bos yang buruk ini tak memberikan kesempatan karyawannya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan caranya sendiri.
Yang keempat, bos yang negatif akan menyalahkan tim karena gagal. Dia akan melimpahkan kesalahan kepada tim jika gagal mengerjakan suatu proyek dan hanya menerima keberhasilan. Dapat bos yang seperti ini? Ini mimpi buruk dan lebih baik pindah kerja.
Ciri yang terakhir adalah tak mempertimbangkan masukan orang lain. Bos yang seperti ini biasanya menyombongkan keterampilan dan pengalaman yang dimilikinya.
Padahal itu tak berarti pimpinan selalu benar. Seorang atasan seharusnya meminta saran dari tim dan mempertimbangkan pilihan lain untuk kepentingan proyek. Ingat, prestasi tim juga merupakan prestasi atasan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya