Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kevin Kumala Bisa Membuat Plastik Yang Bisa Diminum. (Foto: Dream.co.id/Annisa Mutiara Asharini)
Dream – Sampah plastik bisa dimakan? Terdengar janggal memang. Namun di Indonesia, produk yang kebanyakan diketahui sebagai limbah yang sulit terurai puluhan tahun itu benar-benar bisa dimakan. Yang mengejutkan plastik itu ada di Indonesia.
Di tangan seorang pemuda asal Bali, plastik buatannya dapat dimakan. Pastinya aman. Dia memang menciptakan inovasi kantong kresek berbahan dasar singkong.
Kevin Kumala, nama penemunya. Hatinya tergerak ketika melihat laut Indonesia yang tercemar sampah plastik. Itu yang membuat penyuka surfing dan diving tak nyaman ketika melakukan hobinya itu.
" Setiap surfing dan diving, (saya merasa) laut tidak lagi indah. Kita sekarang berenang di air yang sudah banyak sampahnya," ujar Kevin selaku Co-founder/Chief Green Officer Avani dalam acara Ideafest 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.
Aksi Kevin menjadi viral ketika ia mengunggah video dimana ia melarutkan kantong kresek ciptaannya untuk kemudian diminum. Plastik tersebut ia larutkan dalam segelas air hangat. Tak perlu waktu lama, kantong kresek berhasil larut seketika di dalam air. Plastik ini menggunakan singkong sebagai bahan dasarnya.

Bukan cuma plastik kresek, Kevin juga membuat alat makan berbahan dasar kayu, sterofoam berbahan dasar tebu, jas hujan berbahan dasar biji bunga matahari, hingga sedotan, gelas serta mangkuk berbahan dasar pati jagung.
Produk buatan Kevin diklaim mampu terurai dengan mudah di lingkungan. Nantinya, bahan yang terurai mampu menjadi kompos bagi tanah. Bahkan, produknya aman apabila terkonsumsi mahluk hidup.
Tidak mudah bagi Kevin dalam merealisasikan ide ini. Bahkan, berbagai komentar miring banyak dituturkan dari orang-orang terdekatnya.
" Banyak banget yang bilang gue gila, hopeless, dan terlalu idealistis. Tapi saya percaya, ini merupakan revolutionary breakthrough untuk menghapus plastic epidemic yang sedang terjadi di dunia. Termasuk Indonesia, yang merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia,” kata dia.
(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya