Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jika Anda mengalami masalah finansial, Anda pasti ingin mencari nasihat tentang bagaimana mengelola uang Anda.
Namun, Anda harus berhati-hati kepada siapa Anda mendapatkan saran mengelola uang tersebut. Jangan biarkan putus asa membawa Anda ke jalan yang salah
Saran yang buruk dapat menyebabkan Anda membuat keputusan finansial yang akan menempatkan Anda dalam situasi yang lebih buruk.
Berikut adalah tiga orang yang tidak boleh dijadikan sebagai tempat mendapatkan saran finansial.
1. Teman yang senasib
Teman-teman Anda mungkin bermaksud baik, tetapi jika mereka tampak seperti tidak pernah memiliki banyak uang, apakah Anda benar-benar ingin meminta saran dari mereka? Anda pasti setuju untuk menolaknya dan beralih mendapatkan saran dari seorang perencana keuangan profesional.
Anda sebaiknya tidak mengambil saran dari siapa saja yang kondisi keuangannya lebih buruk daripada Anda. Satu-satunya pelajaran yang harus Anda ambil dari mereka adalah bagaimana hidup hemat dengan dengan uang Anda.
William S. Matthews, penulis Everything I Needed to Know About Money I Learned from My Broke A$$ Friends, mengatakan belajar kesalahan tentang uang dari orang lain dapat membantu Anda berada di jalur yang benar.
2. 'Perencana' keuangan tak resmi
Orang yang mengaku sebagai perencana keuangan harus menunjukkan sertifikat atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan formal tentang keuangan di wilayahnya. Buku dan seminar saja tidak cukup untuk memberikan nasihat finansial yang solid. Misalnya, jika Anda sedang mencari saran untuk mengembangkan rencana finansial yang komprehensif, Anda harus memulainya dengan mencari jasa seorang perencana finansial bersertifikat.
Certified Financial Planner Board of Standards memiliki direktori online perencana keuangan bersertifikat. Dan jika Anda membutuhkan saran kredit dan manajemen utang, seorang konsultan kredit bersertifikat dapat membantu mengarahkan Anda ke arah yang benar.
3. Perencana keuangan dengan reputasi yang buruk
Meskipun sertifikasi ini penting, Anda juga harus memeriksa apakah perencana keuangan yang Anda sewa memiliki performa yang baik. Barbara A. Friedberg, mantan manajer portofolio investasi, mengatakan sangat penting untuk tidak dibutakan oleh gelar mewah.
Lakukan riset terlebih dahulu. Misalnya, jika Anda berencana untuk menyewa perencana keuangan, Anda dapat memeriksa informasi latar belakang dan performanya secara online atau bertanya pada pihak resmi yang menaunginya.
(Sumber: Cheatsheet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya