Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Mengharukan Petani Kembalikan Dompet Temuan Kala Anak Butuh Uang Operasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 2 April 2019 09:14
Kisah Mengharukan Petani Kembalikan Dompet Temuan Kala Anak Butuh Uang Operasi
Dia sempat tergoda memakai uang dalam dompet yang ditemukan. Namun bisikan itu tak diturutinya.

Dream - Tang Shaolong menjadi perbincangan warganet setelah membiayai transplantasi sumsum tulang belakang dengan 200 ton lobak. Lobak ini merupakan `hadiah` dari pemilik dompet yang tak sengaja ditemukannya di jalan.

Dikutip dari Next Shark, Senin 1 April 2019, pria asal Tang Yixuan, Tiongkok, pusing tujuh keliling ketika sang anak divonis mengidap sindrom hemophagotic. Dia harus mencari uang sebesar 400 ribu yuan (Rp848,77 juta) untuk transplantasi sumsum.

Dengan profesinya sebagai penjual lobak, tentu saja dia tak punya uang ratusan juta rupiah tersebut untuk membiayai operasi mahal itu

Shaolong dan keluarganya sudah membayar 200 ribu yuan (Rp424,38 juta) untuk biaya perawatan di rumah sakit. Namun bukan dari kocek sendiri. Sebagian besar uang itu dipinjam dari keluarganya.

 

1 dari 2 halaman

Sempat Tergoda Ambil Dompet

Sampai akhirnya, pria ini menemukan dompet berisi uang tunai 20 ribu yuan (Rp42,44 juta), kartu bank, kartu bisnis, dan SIM.

Semula, Shaolong senang karena keluarganya memerlukan uang untuk operasi. Tapi, dia berubah pikiran. Dia berpikir uang itu milik seseorang yang juga membutuhkan.

" Jujur, begitu lihat banyak uang, saya sangat senang. Saya merasa Tuhan tahu saya cemas terhadap uang untuk menyelamatkan anak saya. Tapi, di pemikiran kedua, saya merasa uang itu akan digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang di rumah sakit," kata dia.

Akhirnya, Shaolong mengembalikan dompet kepada sang pemilik, Ding Yilong yang sama-sama berprofesi petani. Sebagai rasa terima kasih, pria ini ingin memberikan Shaolong, tapi lelaki itu menolaknya.

" Kalau imbalan itu merupakan hadiah dari kerja keras, saya akan menerimanya. Tapi, saya hanya mengembalikan barang milik orang lain, " kata Shaolong.

2 dari 2 halaman

Lobak 200 Ton Diborong

Dilong memberikan 200 ton lobak untuk dibudidayakan. Lobak-lobak ini akan ditumbuhkan untuk biaya pengobatan anak Shaolong.

" Saya memutuskan untuk mendonasikan lobak kepada Shaolong dan kami bisa menjualnya bersama untuk anaknya," kata Dilong.

Kejujuran Shaolong dan ketulusan Dilong berbuah sangat manis. Cerita kedua pria ini muncul di harian lokal, Qilu Evening, pada hari Minggu.

Dua hari setelahnya, 209 ton lobak ludes. Penjualannya mencapai 500 ribu yuan (Rp1,06 miliar).

Uang ini lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan anak Shaolong.

(Sah/Sumber: Nextshark.com)

Beri Komentar