Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petani Asal China Mendapat Rezeki Runtuh Setelah Tak Tergoda Menggunakan Dompet Yang Ditemukannya (Foto: Nextshark)
Dream - Tang Shaolong menjadi perbincangan warganet setelah membiayai transplantasi sumsum tulang belakang dengan 200 ton lobak. Lobak ini merupakan `hadiah` dari pemilik dompet yang tak sengaja ditemukannya di jalan.
Dikutip dari Next Shark, Senin 1 April 2019, pria asal Tang Yixuan, Tiongkok, pusing tujuh keliling ketika sang anak divonis mengidap sindrom hemophagotic. Dia harus mencari uang sebesar 400 ribu yuan (Rp848,77 juta) untuk transplantasi sumsum.
Dengan profesinya sebagai penjual lobak, tentu saja dia tak punya uang ratusan juta rupiah tersebut untuk membiayai operasi mahal itu
Shaolong dan keluarganya sudah membayar 200 ribu yuan (Rp424,38 juta) untuk biaya perawatan di rumah sakit. Namun bukan dari kocek sendiri. Sebagian besar uang itu dipinjam dari keluarganya.
Sampai akhirnya, pria ini menemukan dompet berisi uang tunai 20 ribu yuan (Rp42,44 juta), kartu bank, kartu bisnis, dan SIM.
Semula, Shaolong senang karena keluarganya memerlukan uang untuk operasi. Tapi, dia berubah pikiran. Dia berpikir uang itu milik seseorang yang juga membutuhkan.
" Jujur, begitu lihat banyak uang, saya sangat senang. Saya merasa Tuhan tahu saya cemas terhadap uang untuk menyelamatkan anak saya. Tapi, di pemikiran kedua, saya merasa uang itu akan digunakan untuk menyelamatkan nyawa seseorang di rumah sakit," kata dia.
Akhirnya, Shaolong mengembalikan dompet kepada sang pemilik, Ding Yilong yang sama-sama berprofesi petani. Sebagai rasa terima kasih, pria ini ingin memberikan Shaolong, tapi lelaki itu menolaknya.
" Kalau imbalan itu merupakan hadiah dari kerja keras, saya akan menerimanya. Tapi, saya hanya mengembalikan barang milik orang lain, " kata Shaolong.
Dilong memberikan 200 ton lobak untuk dibudidayakan. Lobak-lobak ini akan ditumbuhkan untuk biaya pengobatan anak Shaolong.
" Saya memutuskan untuk mendonasikan lobak kepada Shaolong dan kami bisa menjualnya bersama untuk anaknya," kata Dilong.
Kejujuran Shaolong dan ketulusan Dilong berbuah sangat manis. Cerita kedua pria ini muncul di harian lokal, Qilu Evening, pada hari Minggu.
Dua hari setelahnya, 209 ton lobak ludes. Penjualannya mencapai 500 ribu yuan (Rp1,06 miliar).
Uang ini lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan anak Shaolong.
(Sah/Sumber: Nextshark.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya