7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pembukaan ISEF 2014, Surabaya (Dream.co.id/Syahid Latif)
Dream - Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2014 meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Itu semua karena perhelatan shalawat di acara yang dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, kemarin malam.
Bagi masyarakat Indonesia, gelaran shalawat Badar dengan kerumunan masa di sebuah lapangan merupakan hal lazim. Namun ternyata tak demikian dengan delegasi dari negara-negara anggota OKI.
Pertemuan Bank Sentral dan Otoritas Moneter Organisasi Kerja Sama Negara-negara Islam (OKI) di Indonesia, memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
Direktur Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs disela ISEF 2014, Kamis, 6 November 2014 mengatakan, para delegasi mengaku kagum dengan harmoni shalawat badar yang mampu menghadirkan ribuan orang.
Bahkan wakil presiden Islamic Development Bank (IDB) berkelakar, delegasi yang tak hadir bakal menyesal seumur hidup. " Mereka meminta agar acara shalawat badar semalam diadakan lagi," ujar Peter.
Saking kagumnya, delegasi Belgia yang hadir dalam pertemuan kali ini menyempatkan turun dari atas panggung. " Mereka umumnya bertanya, bagaimana bisa menghadirkan orang sebanyak itu untuk acara shalawat badar," tambah Peter.
Tak hanya shalawat Badar, delegasi juga mengungkapkan kekagumannya pada harmoni antara pemerintah, ulama, dan organisasi.
Dalam pembukaan semalam tiga tokoh diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan yaitu Wapres Jusuf Kalla, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan ulama Hasyim Muzadi.
Para delegasi kagum dengan kesamaan pemikiran yang ditunjukan para tokoh itu dalam memberikan sambutannya.
Seperti diketahui pertemuan gubernur bank sentral dan otoritas moneter negara OKI baru saja menggelar pertemuan tahunan ke-6 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 26 dari 57 negara anggota OKI mengirimkan delegasinya. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?