Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Apa jadinya jika sebuah kota industri khusus dibangun untuk kaum wanita? Inilah yang tengah dirancang oleh pemerintah Arab Saudi untuk menyiasati aturan syariah.
Dikutip Dream dari Islam.ru, Sabtu, 19 Juli 2014, proyek kota industri khusus wanita ini akan dibangun di bagian timur provinsi Hofuf. Dijadwalkan proyek ini dibuka untuk umum pada tahun depan.
Bertanggungjawab sebagai pengembang adalah Saudi Industrial Property Authority (Modon).
Dalam keterangannya, kota khusus yang diusulkan sejumlah pebisnis wanita Saudi ini diperkirakan bakal menciptakan 5.000 lapangan kerja baru. Lapangan kerja di industri tekstil, farmasi, dan industri pengolahan makanan.
" Kami yakin wanita bisa menunjukan efsiensi kerja dalam berbagai aspek," kata Deputi Director General Modon, Saleh al-Rasheed.
Dipilihanya Hofuf sebagai lokasi kota khusus muslimah ini dikarenakan dekat dengan lokasi pemukiman. Posisi ini diyakini memudahkan pekerja wanita pulang pergi ke kota.
Kota khusus Hofuf ini merupakan proyek pertama yang dikerjakan pemerintah Saudi. Setidaknya sudah ada empat usulan serupa yang telah diusulkan ke pemerintah.
Pembangunan kota industri khusus muslimah ini sekaligus menjadi solusi bagi Saudi dalam meningkatkan peran serta wanita. Sekaligus bagian dari upaya mengganti tenaga kerja asing dengan pekerja wanita lokal.
Meski pemerintah terus menggenjot independensi keuangan kalangan wanita Saudi, masih terdapat kesenjangan gender di dunia kerja Saudi.
Laporan Gallup Poll menyatakan kesenjangan gender antara pekerja pria dan wanita Arab Saudi merupakan yang terbesar di dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya