Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Maskapai Penerbangan
Dream - Jatuhnya pesawat komersial, Malaysia Airlines memicu ketakutan sejumlah maskapai penerbangan dari negara-negara muslim. Langkah antisipasi pun dilakukan agar tragedi tersebut tak terjadi.
Maskapai penerbangan asal Uni Emirat, Air Arabia seperti dikutip laman Gulfnews, Jumat, 18 Juli 2014, menyatakan menghentikan sementara layanan penerbangan menuju ibukota Ukraina, Kiev.
AirArabia yang sebelumnya hanya menghentikan layanan penerbangan ke Donetsk dan Odessa serta memangkas frekuensi penerbangan ke Kiev, memutuskan takkan lagi melayani jasa penerbangan ke Ukraina karena alasan keamanan.
Selain Air Arabia, maskapai penerbangan Etihad Airwyas memastikan tidak ada rute penerbangan pesawatnya yang melayani tujuan Ukraina. Perusahaan memang sengaja menghindari wilayah Ukraina untuk sementara waktu.
Sementara itu, maskapai penerbangan Dubai, Emirates Airline, telah meminta pesawat dengan nomor EK171 untuk kembali ke Dubai usai tragedi jatuhnya Malaysia Airlines.
Emirates menyatakan layanan penerbangan ke Kiev akan tetap dilarang hingga ada pemberitahuan selanjutnya.
Di tengah maskapai yang ramai-ramai melarang penerbangan ke Kiev, Flydubai justru hanya mengurangi frekuensi terbang ke Kiev dan Odessa. Namun Flydubai menghentikan sementara layanan terbang ke Donetsk dan Kharkiv.
Dari Tanah Air, maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia memastikan perusahaan selama ini tak pernah melayani penerbangan melewati wilayah Ukraina.
Garuda saat ini memang melayani rute penerbangan dari Amsterdam ke Jakarta. Namun rute yang dipilih tak melewati wilayah Ukraina.
Maskapai pelat merah ini memilih mengambil jalur penerbangan Amsterdam-Budapest (Hungaria) - Istanbul (Turki) - Kuwait -Dubai (Uni Emirat Arab) - Muscat (Oman) - India-Srilanka - Jakarta. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya