Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bandara
Dream - Tingkat ketepatan waktu maskapai penerbangan nasional masih belum optimal. Hingga paruh pertama 2014, rata-rata ketepatan waktu penerbangan maskapai nasional hanya tercapai 78,9 persen.
Laporan kinerja ketepatan waktu (on time performance), enam maskapai penerbangan nasional semester I-2014 oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan hampir seluruh maskapai pernah mengalami keterlambatan.
Di posisi terbawah, Wings Air menjadi maskapai paling banyak molor dengan tingkat ketepatan waktu hanya 70,74 persen.
Menyusul berikutnya adalah Indonesia Air Asia dengan tingkat ketepatan waktu 72,79 persen dan menguntit dibelakangnya, Lion Air (73,68 persen).
Tiga maskapai lain dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan lebih baik adalah Sriwijaya Air (82,5 persen), Citilinik (82,10 persen), dan posisi teratas dihuni Garuda Indonesia (88 persen).
" Tertinggi memang Garuda, namun buka berarti tak delay, mereka juga sering delay tapi masih kecil," ujar Djoko seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Kamis, 17 Juli 2014.
Djoko menjelaskan, keterlambatan penerbangan tidak sepenuhnya kesalahan maskapai. Keterlambatan bisa dipicu oleh padatnya lalu lintas di bandara dan faktor nonteknis lainnya.
" Apalagi Soekarno-Hatta sekarang sudah naik 72 frekuensi. Delay tidak mungkin dihilangkan, karena pesawat buatan manusia, operasi juga buatan manusia, ada faktor cuaca, teknis, operasional, kami upayakan seminimal mungkin terpenting penumpang tidak boleh ditelantarkan," jelas dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya