Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Pelemahan bursa saham regional berimbas negatif pada pasar modal Tanah Air. Indeks bursa saham Indonesia kembali tertekan dan masuk zona merah.
Pelemahan kali ini terjadi setelah pasar di bursa New York khawatir kondisi geopolitik yang semain memanas, akibat dari jatuhnya pesawat Malaysia Airlines oleh serangan roket di sekitar perbatasan Ukraina dan Rusia.
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pra pembukaan perdagangan saham Jumat, 18 Juli 2014 melemah 22,31 poin (0,44%) ke level 5.048,88. Seluruh indeks saham acuan merah yang memerah membuat pelemahan IHSG berlanjut pada sesi pembukaan perdagangan dengan turun 29,17 poin (0,58%) ke level 5.042,02.
Hingga perdagangan pukul 10.10 WIB, tercatat 127 emiten di BEI bergerak di zona merah sementara 94 lainnya masih bisa menguat. Nilai transaksi perdagangan saham menembus Rp 1,14 triliun.
Sentimen negatif yang melanda bursa saham lokal dan regional juga membuat indeks saham syariah jatuh ke zona merah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,72 poin ke level 165,25.
Gerak ISSI sampai perdagangan pukul 10.13 WIB juga masih melemah 0,41 poin (0,25%) ke level 165,55.
Sebanyak 63 emiten bergerak di zona hijau sementara 48 lainnya mencetak koreksi. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 813,27 miliar.
Pelemahan lebih dalam dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 4,15 poin ke level 681,77 pada sesi pembukaan.
Menguatnya harga dari 10 emiten syariah sempat mengangkat indeks JII meski masih di zona merah. Saat ini, JII tercatat masih melemah 1,98 poin (0,28%) ke level 683,95.
" Kondisi bursa regional Asia yang cenderung turun ini, diperkirakan bakal memberikan tekanan pada pergerakan IHSG, meski sentimen utama tetap bakal berasal dari pengumuman hasil Pilpres pada tanggal 22 Juli nanti," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Jelang perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak bervariasi setelah pada pergerakan kemarin, berhasil ditutup pada kisaran suport 5050 - 5072. IHSG bergerak di kisaran support 5050 - 5072 dan resistance 5100-5150.
Terkait senimen Pilpres, Satrio menilai semakin mendekatnya pengumuman hasil Pilpres membuat pemodal asing masih terus melakukan akumulasi.
" Meskipun demikian, selama pelaku pasar lokal terlihat kurang begitu percaya diri, IHSG bakal sulit untuk bergerak naik," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya