Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Toyota Tak Takut Bersaing Dengan Produsen Otomotif Lainnya.
Dream – Diajak " perang" oleh industri otomotif yang berasal dari China, Wuling Motors, Toyota mengaku tak takut tersaingi. Vice President PT Toyota Astra Motor, Herry Tanoto menilai kehadiran pesaing baru kelas multi purpose vehicle (MPV) justru akan menguntungkan konsumen.
" Kalau kompetisi itu kan bagus. Customer jadi punya banyak pilihan, kita pun jadi dapat feedback untuk pengembangan produkmengikuti kebutuhan customer," kata dia di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 23 November 2017.
Sebelumnya, Wuling Motors telah membawa produknya ke Indonesia, Wuling Confero S dan berhasil menarik hati masyarakat tanah air pecinta low MPV. Keberhasilan produk baru itu membuat Wuling Motors disebut-sebut akan segera membawa produk kelas medium MPV untuk menyaingi Innova.
Herry mengatakan Toyota Innova selama ini bermain di kelas medium MPV dengan tingkat penjualan yang terus membaik. Dengan Wuling yang baru bermain di kelas low MPV, dia yakin, dari segi penjualan, Innova akan tetap unggul di kelas yang lebih tinggi.
" Ya sejauh ini, kalau di lihat dari penjualan, Innova masih sangat baik, yaitu 5 ribu unit. Semoga bisa terus diterima oleh masyarakat Indonesia," kata dia.
Kesuksesan Innova merajai kelas medium MPV dipengaruhi oleh posisi Toyota yang menjadi pemincak pangsa pasar mobil dalam negeri. Untuk itulah, Henry menegaskan pihaknya tidak terfokus kepada target market, melainkan menjaga pangsa pasar.
" Kita tidak ada target market, cuma mikirin market share. Market share kita masih sama sih di 35 persen. Fokusnya untuk terus pertahankan itu," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya