Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dua Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini.
Dream – Penguatan indeks syariah berlanjut meski harus dilalui dengan susah payah. Kedua indeks syariah kompak ditutup menguat ketika perdagangan harian di lantai berakhir.
Kondisi regional yang kurang bersemangat ikut mempengaruhi pelaku pasar yang menahan diri kembali melantai. Saham-saham yang kemarin mencetak untung malah dilanda aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 23 November 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,021 poin (0,01%) ke level 183,913. Indeks ini sempat bergerak fluktuatif dengan posisi terendah di level 183,716. Aksi beli jelang penutupan berhasil mendorong kembali ISSI ke zona hijau.
Kondisi serupa juga dialami indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 bluechips syariah ini menanjak 1,423 poin (0,19%) ke level 733,105.
Volume maupun nilai transaksi perdagangan saham syariah menurun signifikan di perdagangan hari ini. Dengan 63,73 juta saham yang beralih tangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah turun sedikit menjadi Rp4,36 triliun.
Meski berkurang, aksi beli pemodal asing pada saham-saham syariah tak terlalu berkurang banyak. Asing mencatat nett buy sebesar Rp466 miliar. Penurunan besar terjadi pada saham bluechips syariah yang mencatat nilai beli bersih saham Rp56 miliar, turun dari sebelumnya Rp153 miliar.
Investor banyak memainkan sahamnya di sektor perdagangan yang mengalami kenaikan indeks 0,51 persen. Penguatan indeks juga terjadi di saham sektor infrastruktur sebesar 0,47 persen dan industri aneka 0,28 persen.
Sektor yang indeksnya terkoreksi paling tajam adalah sektor pertambangan yang indeksnya turun 1,03 persen, keuangan 0,4 persen, dan barang konsumsi 0,27 persen.
Saham LPPF meningkat sebesar Rp200 per lembar, AKRA Rp175, SMGR Rp150, INDF Rp75, dan EXCL Rp70.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp150, UNTR Rp125, ICBP Rp100, UNVR Rp100, dan INCO Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 30 poin (0,22%) ke level Rp13.493 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi