Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pabrik Inalum (Merdeka.com)
Dream - Indonesia sampai saat ini baru bisa memasukkan satu perusahaan di daftar korporasi raksasa dunia, Fortune Global 500. Dalam daftar yang dirilis tahun 2016, Pertamina masuk dalam peringkat 230 dunia.
Setahun sebelumnya, Fortune 500 sebetulnya sempat melansir PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dalam daftar tersebut. Namun di 2016, PLN terdepak dari daftar bergengsi tersebut.
Kini harapan baru muncul. Setidaknya dalam delapan tahun ke depan. Indonesia kemungkinan bisa memasukkan satu nama perusahaan dalam daftar Fortune 500. Perusahaan itu adalah PT Inalum (Persero).
Harapan itu muncul karena Inalum dipastikan akan menjadi induk perusahaan tambang milik pemerintah yaitu PT Timah Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk.
Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya saat bertemu sejumlah pemimpin redaksi, Selasa, 21 November 2017, menjelaskan, pendapatan perusahaan Inalum sebagai holding pada 2025 diproyeksikan mencapai US$ 22 miliar.
" Dengan revenus US$ 22 miliar bisa masuk Fortune 500," ujarnya.
Dalam roadmap menjadi perusahaan kelas dunia, disebutkan pendapatan gabungan dari BUMN tambang serta hingga 30 Juni 2017 lalu, mencapai US$ 1,41 miliar.
Untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan kelas dunia, holding BUMN pertambangan ini telah menyusun dua sasaran yang terbagi atas jangka pendek dan jangka menengah.
Di tahap jangka pendek, Inalum dan tiga BUMN Tambang lainny berupaya untuk menjalankan program kesatuan visi, sinergi untuk menciptakan efisiensi, peningkatan kapasitas finansial, dan akses pendanaan, diversifkasi produk, bussiness scale, serta peningkatan kualitas SDM.
Dalam jangka menengah, holding perusahaan ini akan melakukan serangkaian strateg bisnis diantara dengan melakukan akuisisi dan eksplorasi, integrasi dan hilirisasi, serta bussiness scale.
" Dengan cara hilirisasi, bisa memacu GDP Indonesia lebih cepat," katanya.
Budi memastikan lewat pembentukan holding BUMN tambang setidaknya akan ada tiga keuntungan yang bisa diperoleh. Indonesia nantinya akan bisa menguasai cadangan mineral yang tersimpan di perut bumi.
Holding juga bisa memastikan program hilirisasi berjalan dengan baik. " Yang ketiga, bisa menjadi perusahaan kelas dunia," ujar Budi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya