Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Komunikasi Dan Informasi (Kominfo), Rudiantara, Dan Founder And CEO PT Gojek Indonesia, Nadiem Makarim. (Foto: Dream.co.id/Nadiem Makarim)
Dream – Saat ini, pemerintah mendorong masyarakat Indonesia untuk bertransisi dari transaksi tunai ke non-tunai. Untuk mendukung upaya itu, edukasi mengenai inklusi keuangan melalui inovasi transaksi elektronik terus digalakkan.
" Transaksi non-tunai merupakan salah satu dari delapan hal yang mampu mengubah dunia ke arah akselerasi digital,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, di Jakarta, Rabu, 22 November 2017.
Rudiantara mengatakan, perlu ada kerja sama dari setiap sektor usaha untuk menggalakkan transaksi elektronik. Ini demi tercapainya visi gerakan masyarakat non-tunai.
Pada kesempatan yang sama, Founder dan CEO PT Gojek Indonesia Nadiem Makarim mengatakan, teknologi memegang peranan sangat penting.
Menurut dia, fitur dompet elektronik (e-wallet) berperan besar untuk menjembatani masyarakat. Terutama bagi mereka yang belum bisa mengakses bank (unbankable), dengan lembaga penyedia jasa keuangan.
" Tanpa akses non tunai, masyarakat tidak bisa mengakses layanan termurah dan terbaik,” kata dia.
Nadiem mengatakan Gojek telah meluncurkan dompet elektronik, Go-Bills, yang mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Masyarakat dapat membayar ongkos ojek online maupun iuran BPJS Kesehatan dan tagihan listrik melalui fitur ini.
Tak hanya itu, penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi ini juga menggandeng 14 bank untuk mendorong inklusi keuangan. Bahkan, fitur Go-Pay sudah digunakan oleh sekitar 50 persen pelanggan Gojek.
“ Kami melakukan integrasi dengan berbagai bank. Kami membantu meningkatkan saving account mereka dengan transaksi elektronik Go-Pay,” kata dia.
(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya