Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Armada Garuda Indonesia
Dream - Laba bersih maskapai nasional, PT Garuda Indonesia Tbk melesat sepanjang paruh pertama 2015. Naik 114,5 persen, Garuda mengantongi untung bersih hingga US$ 29,3 juta.
Padahal setahun sebelumnya, maskapai pelat merah ini mencetak kerugian hingga US$ 201,3 juta.
Manajemen Garuda Indonesia mengklaim melesatnya pertumbuhan laba ini tak lepas dari strategi pengembangan bisnis dan efisiensi perusahaan.
Dengan pendapatan usaha yang meningkat 4,7 persen menjadi US$ 1,84 miliar, Garuda bisa menahan beban usaha hingga 11,6 persen atau menjadi US$ 1,76 miliar.
Terjaganya neraca keuangan Garuda juga tak lepas dari keputusan manajemen melakukan aksi lindung nilai untuk menghindari risiko melonjaknya biaya operasial di tengah kurs rupiah yang melemah.
Aksi lindung nilai melalui transaksi cross currency swap dilakukan Garuda dengan beberapa bank atau obligasi rupiah ke mata uang US Dolar senilai US$ 2 triliun.
Tambahan pemasukan kas Garuda juga berasal dari penerbitkan surat utang syariah (Sukuk) bernilai US$ 500 juta. Sukuk ini juga mencatat kinerja fenomenal setelah menjadi benchmark atau acuan penerbitan unrated global sukuk berikutnya.
Sepanjang semester I-2015, Garuda melaporkan telah tingkat isian penumpang naik dari 69 persen pada periode sama tahun lalu menjadi 75,8 persen. Sementara jumlah penumpang yang diangkut mencapai 15.900.961 orang, naik 19,6 persen.
Pangsa pasar Garuda juga ikut terdongkrak menjadi 44 persen untuk pasar domestik. Sementara untuk rute internasional naik 7 persen menjadi 28 persen.
Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 180 unit pesawat dengan usia rata-rata 4,8 tahun. Akhir tahun ini, Garuda berharap bisa mengoperasikan 190 pesawat dengan rata-rata usia 4,3 tahun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya