Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Setelah dilanda tekanan jual hebat dalam dua hari terakhir, bursa saham syariah kembali ke jalur hijau.
Saham-saham di sektor industri dasar yang dilanda aksi jual kini justru menjadi buruan pelaku pasar.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,63 poin ke level 152,399.
Laju ISSI terus menguat hingga 10 menit waktu perdagangan. Indeks acuan saham syariah di Tanah Air ini kembali menanjak 1,393 poin (0,92%) ke level 153,162.
Aksi beli kini justru melanda saham-saham syariah di lantai bursa. Sebanyak 105 emiten syariah telah beranjak ke zona positif dan hanya 16 emiten yang dilanda aksi jual.
Transaksi perdagangan saham syariah awal sesi ini telah mencapai Rp 323,47 miliar dengan 3,42 miliar saham syariah yang diperdagangkan.
Pembukaan di jalur hijau juga melanda saham-saham bluechips syariah. Naik 3,556 poin, Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi perdagangan dengan menguat ke level 632,184.
Laju penguatan tampaknya belum akan berhenti di awal sesi ini. Terlihat dari gerak JII yang masih menanjak 6,854 poin (1,09%) ke level 635,482 hingga 10 menit waktu perdagangan bursa.
Dua emiten kelompok Astra memimpin laju penguatan JII yaitu UNTR dan AALI yang sudah menguat Rp 800 dan Rp 675 per saham.
Pemodal setidaknya sudah memborong 25 emiten unggulan syariah untuk mengisi daftar portofolionya. Sementara 4 emiten lainnya masih dihindari investor.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini juga langsung tancap gas dengan menguat signifikan.
Pada sesi prapembukaan perdagangan, IHSG langsung naik 19,062 poin (0,40%) ke level 4.733,818. IHSG kembali tumbuh 27,270 poin (0,58%) ke level 4.741,026 di sesi pembukaan.
Melesatnya sejumlah indeks saham acuan di BEI tak lepas dari pulihnya bursa saham Asia khususnya indeks Shanghai Composite yang sudah menguat 0,24 persen. Indeks Nikkei yang dibuka menguat kini justru tertekan melemah 0,48 persen.
Dari pasar keuangan, otoritas masih harus bekerja keras untuk menahan laju pelemahan kurs rupiah. Meski sempat turun, rupiah saat ini menguat 14 poin (0,10%) ke level 13.438 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya