Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Masih Lesu, JII Sempat Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 28 Juli 2015 16:22
Indeks Syariah Masih Lesu, JII Sempat Menguat
Indeks ISSI dan IHSG juga belum mampu keluar dari tekanan jual investor.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia masih belum bisa keluar dari tekanan pelemahan. Namun, sambil tetap hati-hati, investor mulai selektif melakukan aksi beli.

Masih belum pulihnya bursa saham Shanghai membuat pemodal masih dilanda kecemasan. Meski indeks Hang Seng dan Kospi Korea Selatan pelan-pelan mulai pulih.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,910 poin (0,60%) ke level 151,769.

ISSI kembali terpuruk di zona negatif sepanjang perdagangan kali ini. Indeks acuan saham syariah di Tanah Air ini hanya mampu mencetak level tertinggi di 152,624 dan terpuruk ke posisi terendah di 151,711.

Arus pelemahan harga saham 133 emiten syariah menyeret ISSI masuk zona merah. Pelemahan sedikit terbantu naiknya harga saham dari 46 emiten syariah dan stagnannya laju 50 penghuni ISSi lainnya.

Pelaku pasar menggelontorkan dana Rp 2,44 triliun untuk transaksi jual beli 33,11 miliar saham syariah.

Hasil lebih baik dicetak indeks saham bluechips syariah. Meski ditutup melemah 3,514 poin (0,56%) ke level 628,628, Jakarta Islamic Index (JII) sempat menembus teritori positif.

Indeks JII menyentuh level tertingginya di 633,484 dan terpuruk ke level terendah zona merah di posisi 626,827.

Rontoknya harga saham dari dua pertiga penghuni JII membuat indeks saham unggulan syariah tak kuasa menutup perdagangan di zona merah. Namun aksi beli investor berhasil membawa 7 emiten JII ke zona positif.

Emiten JII pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) kali ini adalah UNVR yang menguat Rp 250 per saham. Disusul ITMG yang naik Rp 150, AKRA Rp 125, ADRO Rp 45, dan PGAS Rp 30 per saham.

Namun, JII tak sanggup melawan jatuhnya harga saham AALI yang mencapai Rp 1.025 per saham. Top losser lainnya adalah INTP Rp 300, LPPF Rp 275, SILO Rp 275, dan ICBP Rp 150 per saham.

Bursa saham nasional secara umum memang belum bisa keluar dari tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan koreksi 56,529 poin (1,18%) ke level 4.714,756.

IHSG menghabiskan seluruh waktu perdagangannya di wilayah negatif. IHSG hanya sanggup menyentuh level tertinggi di 4.749,749 dan terendah di 4.711,491.

Lantai bursa sore ini menghimpun dana investor hingga Rp 4,28 triliun. Namun aksi jual investor belum berkurang dengan nett sell Rp 527,29 miliar.

Dari pasar keuangan, rupiah sore ini berhasil melawan tren pelemahannya. Naik 14 poin (0,10%), kurs rupiah bertengger di 13.448 per dolar AS.

Namun rupiah sempat membuat khawatir investor setelah sempat jatuh ke level 13.495 per dolar AS.

Beri Komentar