Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan menciptakan 28 ribu wirausaha baru tahun ini. Target tersebut meningkat cukup signifikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menargetkan penciptaan 10.000 wirausaha baru pertahunnya.
" Kami menargetkan menciptakan 28.000 wirausahawan baru di tengah terbatasnya ketersediaan lapangan kerja disektor formal. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja baru," Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri seperti dikutip dari laman situs naker.go.id, Selasa, 28 Juli 2015.
Hanif mengatakan penciptaan wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran yang terjadi saat ini. Pasalnya, selain menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, pelaku wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“ Ukuran suatu negara bisa dikatakan maju jika jumlah wirausahawan mencapai 2 % dari total jumlah penduduk.Namun wirausahawan di Indonesia saat ini baru mencapai 1,65 %. Padahal di Malaysia jumlah wirausahawan sudah 4 % dan Thailand 7 %," kata Hanif.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah wirausahawan, lanjut Hanif, pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan dan program kerja untuk membangkitkan dan mengembangkan program wirausaha dengan menargetkan mencetak 28.000 wirausahawan baru tahun ini.
“ Sasaran kelompok masyarakat yang menjadi calon kewirausahaan adalah para pencari kerja, penganggur/masyarakat miskin di pedesaan, penganggur terdidik di perkotaan, serta calon TKI yang hendak bekerja ke luar negeri,” kata Hanif.
Hanif mengatakan, program unggulan yang dikembangkan dalam pembinaan kewirausahaan meliputi pelatihan usaha mandiri pelatihan teknis dan manajerial tenaga kerja, padat karya produktif, pemagangan, teknologi tepat guna dan pendampingan serta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi masyarakat.
“ Pola pengembangan yang dibidik adalah pembentukan desa industri kreatif dan kerajinan serta desa perdagangan dan jasa,” tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya