Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Airasia
Dream - Awan kelam masih belum hilang dari AirAsia. Usai insiden AirAsia QZ8501, maskapai penerbangan Malaysia ini mulai menghadapi ancaman larangan terbang dari negara lain.
Tuntutan pelarangan operasional AirAsia kini muncul dari Negeri Kangguru, Australia. Serikat Pekerja Transportasi (TWU) Australia meminta pemerintah federal untuk melarang pesawat AirAsia masuk ke negaranya.
Faktor keselamatan menjadi alasan usulan pelarangan AirAsia yang saat ini melayani penerbangan ke Perth dan Darwin.
Mengutip laman news.com.au, Selasa, 3 Februari 2015, TWI telah melayangkan permintaan tersebut kepada Deputi Perdana Menteri dan Menteri Infrastruktur Australia.
Perwakilan TWU Australia, Tony Sheldon mengatakan organisasinya mendesak agar Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia agar mengaudit operasional AirAsia. Mulai dari pelatihan staf, perawatan pesawat, hingga hubungan industrial AirAsia didesak agar diperiksa.
" Kami ingin memastikan ekspansi besar-besaran maskapai penerbangan, seperti AirAsia Indonesia tak melupakan standar keselamatan," kata Sheldon.
Dia menambahkan, dirinya juga mendesak transparansi tanpa harus menunggu hasil laporan audit yang diperkirakan memakan waktu bulanan.
Bocoran laporan audit AirAsia QZ8501 telah memicu kekhawatiran publik Australia. Laporan ini menyebutkan faktor kurangnya pelatihan pilot menjadi pemicu terjadinya musibah tersebut.
Pesawat tip Airbus A320 diyakini terperangkap dalam cuaca buruk dalam perjalanannya dari Surabaya menuju Singapura. Pesawat diduga mengalami stall usai gagal naik ke ketinggian tertentu.
kekhawatiran Sheldon cukup beralasan mengingat penerbangan AirAsia Indonesia dari dan ke Melbourne pernah dibatalkan pada hari Boxing Day tahun lalu. AirAsia dianggap gagal mendapatkan izin dari CASA.
" The Australian Competition and Consumer Commision tengah mempertimbangkan melakukan investigasi terkait pembatalan penerbangan tersebut," kata Sheldon. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya