Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Dream – Utang Malaysia yang menumpuk hingga mencapai 1 triliun ringgit, setara Rp3.659,63 triliun, memaksa Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk memutar otak.
Perdana menteri tertua di dunia itu berencana menjual sejumlah aset negara sebagai salah satu cara agar tumpukan utang itu bisa dilunasi.
“ Aset tanah salah satunya. Kami bisa menjual beberapa aset yang berharga demi menggalang dana untuk bayar utang,” kata Mahathir, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis 10 Oktober 2018.
Tetapi, Mahathir belum memberikan penjelasan secara rinci aset mana saja yang akan dilepas.
Selain jual aset, langkah lain yang bakal ditempuh adalah menerapkan pajak baru. Menurut Mahathir, pajak baru diperlukan setelah dihapusnya jenis pajak untuk barang tidak populer.
“ Kami harus membuat pajak baru untuk mendapatkan uang demi bisa bayar utang,” kata dia.
Terkait beban utang ini, Mahathir terpaksa menyalahkan rezim pemerintahan Najib Razak. Sebab, Najiblah yang membuat catatan utang Malaysia menggunung.
Parahnya, pembiayaan pemerintah yang ditampung lewat 1Malaysia Development Berhad (1MBD) menjadi ladang korupsi dan sarana tempat pencucian uang.
Dilansir dari ABC News, Mahathir mengatakan masalah utang ini mengubah Malaysia dari “ macan” menjadi “ anak kucing kecil”.
“ Ini akan menjadi sulit bagi pemerintah karena mewarisi negara yang benar-benar kehilangan arah,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya