Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah Dan Rupiah Menguat.
Dream - Indeks syariah menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu 10 Oktober 2018. Ketiga indeks syariah bertahan seharian di zona hijau.
Penguatan indeks di pertengahan pekan ini sesuai dengan sejumlah riset para analis yang menilai laju bursa saham Indonesia akan mengalami rebound meski dalam jangka pendek.
Sentimen penguatan rupiah meski masih malu-malu juga turut membuat investor leluasa bergerak di lantai bursa.
Pada penutupan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,766 poin (0,45%) ke level 172,852. ISSI menguat sepanjang perdagangan usai dibuka menghijau di 172,613. ISSI menyentuh level tertinggi di 173,280.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang mendapat suntikan tenaga dari penguatan harga saham dari 20 emiten juga ditutup menguat 3,043 poin (0,48%) ke level 640,298.
Sementara Indeks JII70 menanjak 0,717 poin (0,34%) ke level 212,426.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pelan-pelan mulai menatap lagi target 6000. Hari ini IHSG bergerak naik 23,878 poin (0,41%) ke level 5.820,668.
Investor lokasl sepertinya makin giat melantai di bursa saham meski asing masih memasang posisi waspada. Pembelian saham yang marak ini membuat harga 153 saham syariah terangkat.
Total transaksi perdagangannya hingga sesi paskapenutupan mencapai Rp4,02 triliun dari 99,8 miliar lembar saham. Namun asing masih mencatat nett sell hingga Rp153 miliar.
Mayoritas saham sektoral menguat. Investor gemar bermain saham di sektor barang konsumsi dengan kenaikan indeks 1,19 persen. Sebaliknya, indeks sektor industri aneka melemah 0,67 persen dan industri dasar 0,28 persen.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harganya naik Rp500, UNTR Rp300, INTP Rp150, INCO Rp130, dan PGAS Rp130.
Sebaliknya, yang mencetak top loser adalah ICBP yang harga sahamnya turun Rp250, ITMG Rp250, LPPF Rp250, SMGR Rp175, dan ASII Rp75.
Menjelang pasar ditutup, rupiah perlahan-lahan menguat. Pada pukul 16.33, kurs dollar AS melemah 36 poin (0,24%) ke level Rp15.183 per dolar AS.
Dollar AS melemah setelah dibuka di level Rp15.219 dan bertengger di posisi puncak di Rp15.248.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya