Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Al Ghurair Centre (www.mid-east.info)
Dream - Proyek prestisius tak pernah berhenti muncul di negara-negara kaya Jazirah Arab. Meski dibayangi bayang-bayang buble properti, perang gedung-gedung pencakar langit belum akan berhenti di kawasan ini.
Seiring waktu, perang properti prestius kini beralih dari menara pencakar langit menjadi gedung-gedung skala besar. Fenomena inilah yang kini mulai melanda para pengembang di Arab Saudi.
Laman Saudigazette, seperti dikutip laman Dream.co.id, Jumat 6 Juni 2014 melaporkan konglomerat Dubai, Al Futtaim Group diketahui telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kayannat Real Estate Riyadh untuk membangun Al Diriyah Festival City.
Pusat perbelanjaan ini digadang sebagai mal terbesar yang pernah dibangun di Arab Saudi Mal tersebut akan dibangun di distrik Al Diriyah di Riyadh, sekitar Universitas Raja Saud dan memiliki area belanja seluas 250 ribu meter persegi.
Pusat perbelanjaan yang juga dilengkapi 500 kamar hotel mewah dan apartemen ini dibangun dengan menguras dana U$ 1,6 miliar. Untuk pembangunannya dijadwalkan akan dimulai segera dan diharapkan selesai setelah 12 bulan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Al Futtaim akan mengelola semua hal yang berkaitan dengan proyek Al Diriryah Festival City dan akan menyediakan jasa investasi dan manajemen pembangunan untuk membangun, menyewakan dan mengoperasikan mal.
" Dengan jumlah penduduk 30 juta, Arab Saudi adalah pasar terbesar di kawasan Teluk untuk sektor ritel. Booming diperkirakan akan mencapai nilai SR276 miliar pada akhir tahun 2014 dan menyumbang 17 persen dari PDB Arab Saudi," kata Omar Al-Futtaim, Wakil Ketua Al Futtaim Group.
Jumlah tenant juga diharapkan terus tumbuh seiring dengan mulai terbentuknya komunitas perumahan di bagian utara Al Diriyah Festival City.
Ditambahkannya, pembangunan Al Diriyah Festival City menjadi cetak biru sektor ritel Kerajaan Arab Saudi sekaligus memperluas jaringan pusat perbelanjaan Al Futtaim Group di Timur Tengah.
Al Futtaim saat ini menjadi operator Dubai Festival City Mall yang dibuka pada tahun 2005. Mereka juga baru saja meresmikanCairo Festival City pada bulan November tahun lalu.
Di Qatar, kelompok dan mitra usaha patungan perusahaan sedang membangun Doha Festival City - supermall yang menyediakan area belanja seluas 254 ribu meter persegi.
Al Futtaim juga telah menandatangani kerjasama dengan badan pemerintah setempat di Oman untuk mengembangkan pusat perbelanjaan terbesar di negara itu.
Di luar wilayah Teluk, Al Futtaim juga mengembangkan pusat perbelanjaan, yang memiliki area belanja seluas 120 ribu meter di Casablanca, Maroko. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya