Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mall Yang Dipenuhi Jamur Kini Siap Beroperasi. (Foto: World Of Buzz)
Dream – Adanya kebijakan lockdown yang diterapkan beberapa negara membawa dampak tersendiri pada beberapa sektor. Di luar fungsi menekan penyebaran virus corona, muncul persoalan terkait jamur yang muncul pada sejumlah produk tidak terurus semasa lockdown.
Salah satunya terjadi di tempat perbelanjaan di Kota Sabah, Malaysia. Berbagai barang di mall tersebut dipenuhi jamur, terutama pada produk-produk yang terbuat dari kulit seperti sepatu, tas dan ikat pinggang.
Dikutip dari World of Buzz, Kamis 14 Mei 2020, insiden viral ini kemudian mendapat penanganan baik dari otoritas mal seperti tindakan pencegahan yang diperlukan. Selain itu, pihak pengelola mall juga melakukan pembersihan, penghapusan serta membuang barang dagangan yang terkena jamur.
Serangkaian video yang di unggah di media sosial menunjukan pengelola mal telah melakukan serangkaian tindakan pembersihan pada daerah yang berjamur. Produk-produk yang dipajang di rak dan lemari kaca segera dibersihkan.
Dalam video tersebut terlihat juga unit ventilator yang kerap dibersihkan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya spora yang bertebaran di udara.
Santa Barbara Polo & Racquet Club, merek yang memiliki banyak produk yang ditampilkan dalam foto viral beberapa waktu lalu, juga telah mengeluarkan pernyataan. Pihaknya mengatakan bahwa barang dagangan yang memiliki cetakan yang berakar di permukaannya akan dibuang sepenuhnya untuk memastikan kenyamanan pelanggan.
Pihak pengelola mall juga berpendapat bahwa akumulasi jamur cenderung tumbuh karena kombinasi kelembaban, panas, dan spora jamur di udara.
Dream – Efek lockdown bagi pelaku usaha tak hanya hilangnya pemasukan selama masyarakat mengurung diri di rumah. Banyak toko yang harus kehilangan aset barang dagangan mereka karena tak beroperasi selama dua bulan.
Kemalangan inilah yang dialami pemilik usaha di Malaysia yang juga memberlakukan kebijakan mirip lockdown demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Sejak 18 Maret 2020 lalu, sebagian besar area publik seperti mal dan pertokoan harus tutup sementara sesuai aturan pemerintah.
![]()
Saat ini Malaysia mulai melonggarkan kebijakan lockdown dengan membolehkan mal dan pertokoan kembali berjualan.
Keluarnya kebijakan pelonggaran itu membuat pedagang menemukan fakta mengejutkan dari dalam toko mereka. Setelah kursi dan lantai bioskop dipenuhi jamur, sekarang para pebisnis alat dapur berbahan dasar kayu menghadapi masalah serupa.
Mereka harus bersiap menghadapi kerugian baru lantaran produknya ikut dipenuhi jamur.
Dilansir dari World of Buzz, Rabu 13 Mei 2020, salah seorang pembelanja lokal yang sedang berkeliling untuk mencari keperluan rumah tangga dalam mempersiapkan hari raya, tak sengaja menemukan pemandangan yang kurang enak dilihat.
Saat World of Buzz menghubungi pembelanja yang tidak disebutkan namanya tersebut, ia memberi tahu bahwa salah satu toko alat dapur di daerah Klang, Malaysia, menjual peralatan yang dipenuhi jamur akibat lockdown.
Dari foto yang ia bagikan, terlihat sendok kayu tersebut dilapisi dengan warna hijau dan putih pada bagian permukaannya. Seperti yang terlihat, dalam gantungan sendok kayu tersebut, tidak ada sendok yang selamat dari lahapan jamur, bahkan sendok kayu yang berada di bagian belakang pun juga sudah menunjukan pertumbuhan jamur.
Netizen yang membagikan foto tersebut mengatakan, seharusnya staf yang bekerja di toko tersebut lebih memperhatikan produk yang mereka jual terutama disaat kondisi seperti sekarang.
Salah satunya seperti membersihkan dan memberi didesinfektan para produk secara menyeluruh sebelum membuka kembali bisnis mereka, sehingga hal seperti ini tidak terjadi.
Dream – Setelah hampir dua bulan, Malaysia memberlakukan kebijakan lockdown demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Sejak 18 Maret 2020 lalu, sebagian besar area publik seperti mall, department store, pertokoan, dan bioskop ikut tutup mengikuti aturan pemerintah.
Setelah aturan lockdown Malaysia diperlonggar oleh pemerintah baru-baru ini, kamu mungkin telah melihat beberapa foto-foto sepatu kulit dan tas di mal Malaysia yang tengah beredar di berbagai sosial media.
![]()
Setelah beberapa bulan dibiarkan tanpa pengawasan, barang-barang tersebut kian tertutup dengan jamur yang menjijikan akibat pemberlakuan lockdown di Malaysia.
Dengan keadaan ruangan yang lembab tanpa ada sirkulasi udara, jamur dengan mudahnya tumbuh di permukaan ruangan. Salah satunya di ruangan bioskop.
Kali ini, beredar lagi sebuah foto di sosial media yang menunjukan pemandangan mengerikan dengan banyaknya jamur berwarna putih yang kian menutupi kursi dan karpet salah satu bioskop di Malaysia.
Dilansir dari World of Buzz, Senin 12 Mei 202, tidak diketahui lokasi tepatnya lokasi bioskop tersebut. Menurut China Press, para warganet berspekulasi, bioskop berjamur tersebut berada di Ipoh, Perak, Malaysia.
Sebetulnya, tidak penting posisi bioskop ini berada karena seperti yang diketahui seluruh bioskop di Malaysia telah ditutup sejak pemberlakuan lockdown. Dapat ditarik kesimpulan, nyaris seluruh bioskop di Malaysia memiliki keadaan yang sama.
Jamur dapat tumbuh di lingkungan yang lembab dan di kain suede seperti tempat duduk bioskop. Kombinasi keduanya merupakan tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.
Bagi kesehatan manusia, fenomena ini merupakan hal serius. Pihak pengelola bioskop harus benar-benar melakukan pembersihan secara menyeluruh apabila ingin membuka kembali bisnis bioskop mereka. Jamur sebanyak ini berpengaruh buruk pada kesehatan pernafasan manusia.
Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh jamur menurut WebMD antara lain iritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Untuk beberapa orang yang memiliki alergi dan sensitif, jamur membuat alergi parah yang menyebabkan bersin, pilek, mata memerah, ruam kulit dan serangan asma.
Setelah pemerintah Malaysia memperlonggar kebijakan lockdown dan bisnis bioskop mulai beroperasi lagi, pihak pengelola bioskop diharapkan dapat dengan serius menangani masalah jamur tersebut dan membuat para pelanggan merasa nyaman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya