Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bagaimana Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Perempuan Di Dunia Bisnis? (Foto: Shutterstock)
Dream – Para perempuan di seluruh dunia terkena dampak pandemi Covid-19 secara tidak proporsional. Ada 87 persen perempuan terdampak pandemi ini.
Banyak sektor yang terpukul karena ekonomi yang merosot, kesenjangan gender di dunia digital, di tengah transportasi digital, dan meningkatnya tanggung jawab perempuan dalam mengasuh anak saat pandemi, hanya beberapa faktor yang membuat peran perempuan sebagai pengusaha menjadi sangat rentan.
Namun di sisi lain, pandemi ini juga memberikan peluang bagi kaum Hawa.
Dikutip dari keterangan tertulis Mastercard, Kamis 26 November 2020, laporan Mastercard Index of Women Entrepreneurs (MIWE) 2020 menunjukkan temuan menarik untuk membangun studi-studi kebijakan berbasis gender secara internasional.
Executive Vice President Enterprise Partnership Asia Pacific Mastercard, Julienne Loh, mengatakan, pandemi Covid-19 membawa kemunduran sekaligus peluang bagi perempuan. MIWE 2020 menganalisis awal tentang dampak Covid-19 bagi perempuan di tempat kerja, dan membuat kebijakan dukungan yang efektif.
Meskipun berbeda antara satu negara dibandingkan negara lain, kebijakan yang terbukti paling efektif meliputi langkah-langkah bantuan ekspansif untuk para UKM – dari subsidi gaji hingga skema cuti dan dana talangan fiskal – serta dukungan dalam mengasuh anak.
Laporan ini juga menyajikan pandangan optimis terhadap masa depan pengusaha perempuan. Laporan ini menunjukkan bahwa pandemi dapat menjadi katalisator kemajuan eksponensial bagi perempuan dalam bisnis dan peluang untuk memperbaiki bias gender.
Situasi Covid-19 menghadirkan narasi pemberdayaan bagi perempuan dalam dunia kepemimpinan, memberikan inspirasi di saat hambatan budaya dan ketakutan akan kegagalan masih menghalangi sebagian perempuan untuk memulai bisnis. Covid-19 telah menunjukkan kemampuan perempuan untuk memimpin di tengah keadaan luar biasa.
Para pemimpin perempuan dunia seperti Perdana Menteri Jacinda Ardern dari Selandia Baru, Kanselir Angela Merkel dari Jerman, dan Presiden China Taipei, Tsai Ing-Wen, telah memimpin beberapa upaya paling sukses dalam mengatasi Covid-19 dengan mengusung ketertiban, jaminan, kepercayaan dan ketenangan. Ada 47,8 persen pengusaha perempuan yang menyatakan bahwa mereka terdorong oleh keinginan untuk berkontribusi lebih besar pada kebaikan masyarakat, dampak yang dibawa oleh para pemimpin ini tidak dapat diremehkan.
Perempuan di dunia bisnis sudah menunjukkan kemampuan beradaptasi yang nyata, meskipun ada hambatan besar untuk sukses. Di garis depan, pengusaha perempuan beradaptasi dengan situasi baru di pekerjaan mereka dengan kepercayaan diri yang baru. Ada 42 persen perempuan yang telah beralih ke model bisnis digital dan 34 persen telah mengidentifikasi peluang bisnis baru sejak pandemi.
Situasi new normal memberikan kesempatan sekali seumur hidup untuk menghilangkan hambatan, mendorong partisipasi dan keseimbangan gender yang lebih besar bagi perempuan di dunia bisnis. Selain memperbesar kesenjangan yang dihadapi para perempuan di dunia bisnis mulai dari kesenjangan gender hingga inklusi keuangan, Covid-19 telah menjadi stimulus yang intens untuk kemajuan struktural.
Laporan ini juga mencatat bahwa dampak dari pengamatan ini sangatlah besar. Laporan ini secara lebih jauh menunjukkan kemampuan perempuan yang sesungguhnya sebagai pemimpin dan, secara kritis, menyoroti dampak pandemi dalam mempercepat solusi progresif.
Memanfaatkan momentum ini dan memperjuangkan inisiatif berbasis gender berperan sangat penting dalam mendorong potensi para perempuan dan mengurangi US$172 triliun yang hilang secara global karena perbedaan penghasilan perempuan dan laki-laki seumur hidup.
Executive Vice President Global Consumer Products and Financial Inclusion Mastercard, Sue Kelsey, mengatakan krisis akan menyingkap kerentanan dalam sistem. Covid-19 telah menunjukkan kerentanan dengan cepat.
“ Kami telah melihat tingkat disparitas yang mengejutkan yang dihadapi perempuan dalam dunia bisnis. Namun, berbeda dengan penurunan ekonomi lainnya, Covid-19 juga telah membuka jalan bagi kemajuan yang cukup besar dan kami telah melihat apa yang dapat dicapai jika prioritas diberikan,” kata Kelsey.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam