Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Sudah Ada Yang Dapat THR? (Foto: Shutterstock)
Dream – Menyambut Hari Raya Idul Fitri, pegawai yang beragama Muslim biasanya akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan atau pemberi kerja. Mendapat uang tambahan membuat orang gelap mata. Alhasil THR berlalu begitu saja.
Masyarakat cenderung menghabiskan uang tunjangan ini untuk kepentingan hari raya.
Padahal, dana ini seharusnya bisa dikelola dengan bijak agar kebutuhan hari raya tak mengganggu kebutuhan bulanan.
Head of Wealth Management and Digital Retail Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya, mengatakan hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dan skala proritas. Dana THR idealnya tidak dihabiskan seluruhnya. Dia menyarankan 20-50 persen dana THR bisa ditabung atau diinvestasikan.
“ Dalam pengelolaan THR, kebutuhan hari raya harus diprioritaskan seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik. Namun, jangan dihabiskan semuanya,” kata Ivan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 24 Mei 2018.
Dia berkata sisa dana THR juga bisa dimanfaatkan untuk membayar utang dan ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan, seperti pembayaran PBB, pajak kendaraan, atau kurban.
“ Dana THR juga bisa dimanfaatkan dan jangan diambil untuk kebutuhan masa depan,” kata Ivan.
Dia berkata masyarakat bisa mengeluarkan pendapatan tahunan untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk kebutuhan bulanan.
Untuk investasi, lanjut Ivan, kini sudah ada instrumen keuangan yang cukup terjangkau, yaitu reksa dana. “ Dengan Rp100 ribu, kita bisa berinvestasi di reksa dana,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?