Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Mengecat Rumah. (Foto: Pixabay)
Dream – Ketika merenovasi rumah menjadi hunian yang lebih baik, kamu tentunya menyiapkan anggaran. Tujuannya agar dana yang disiapkan tidak terlalu banyak ketika membeli kebutuhan renovasi rumah.
Misalnya, membeli sofa baru dan ranjang keluaran teranyar. Tapi, kamu juga bisa, lho, menghemat anggaran renovasi rumah. Ada tujuh cara yang bisa kamu perbaiki.
Yang pertama, kamu memperbaiki rumah itu sendiri. Renovasi rumah bisa menjadi waktu terbaik untuk unjuk gigi keterampilanmu. Jika kamu mengerjakannya sendiri, dana untuk mengecat rumah bisa dihemat karena kamu tidak perlu menyewa pengecat. Atau, jika ada teman/tetangga yang terampil memperbaiki rumah, kamu bisa menggunakan jasanya dengan harga yang lebih murah.
b, jangan mengganti apa pun. Orang-orang biasanya mengidentikkan renovasi rumah dengan membeli semua barang baru. Duh, jangan. Kalau ada perabot rumah atau perkakas yang masih bagus, lebih baik jangan dibuang. Mending digunakan kembali. Supaya lebih mudah, lebih baik kamu mendata barang-barang mana yang akan diganti dan yang akan digunakan kembali.
![]()
Ketiga, menjual barang bekas. Selain manfaat masih ada, kamu juga bisa mendapatkan uang dari barang bekas, misalnya sofa bekas atau kasur seken. Kamu bisa menjualnya di pasar loak atau di e-commerce.
Keempat, membeli barang bekas. Nah, ini cara lain agar kamu bisa irit ketika merenovasi rumah. Jangan malu dengan barang bekas. Jika kamu pintar memilih, kamu akan mendapatkan barang dengan harga miring, tapi kualitas bersaing.
![]()
Kelima, cari produk alternatif. Barang bermerek memang terkenal dengan kualitas yang yahud, tapi harganya bisa mahal. Jika ingin mendapatkan barang berkualitas baik dan harganya bersahabat, kamu bisa mencari barang yang kurang terkenal. Biasanya barang-barang ini menawarkan harga yang lebih murah.
Keenam, belilah dengan cerdas. Membeli barang alternatif memang pilihan yang bagus, tapi ada yang lebih baik, yaitu membandingkan harga. Agar mendapatkan harga terbaik, kamu bisa menggunakan internet untuk membandingkan harga barang di toko A dan B. Dengan begitu, kamu juga bisa menghemat uang.
![]()
Ketujuh, jangan ragu merogoh kocek lebih dalam untuk membeli barang yang awet. Ya, kadang orang membeli barang murah, tapi “ berumur pendek”. Itulah yang membuat orang menjadi lebih boros. Lebih baik membeli kebutuhan rumah yang sedikit lebih mahal, tapi awet.
(ism, Sumber: Lifehack)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya