Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Daging Ayam.
Dream – Harga daging ayam potong masih tinggi. Di pasar tradisional, harganya bisa menembus angka Rp28 ribu per kg. Bahkan harga sumber bahan protein hewani ini disebut-sebut pernah mencapai Rp50 ribu.
Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri, mengatakan harga daging ayam rata-rata di pasar sebesar Rp40 ribu. Malah, ada yang mencapai Rp50 ribu per kg. Kenaikan ini terjadi di seluruh Indonesia.
" Harganya Rp50 ribu per kg di Cijantung dan di Pasar Johor Baru. Ada juga yang harganya masih Rp40 ribu-Rp45 ribu," kata Mansuri ketika dihubungi Dream.
Dia mengatakan harga daging ayam naik bertahap setelah Lebaran. " Pada posisi Juli, kenaikannya cukup terasa. Sekitar dua minggu ini (harga daging ayam tinggi)," kata dia.
Mansuri mengatakan ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi harga daging ayam. Misalnya, ada pembatasan pembibitan dan penggemukan dan tingginya permintaan.
" Ini juga berpengaruh terhadap supply and demand. Kalau supply bagus dan demand banyak, harga nggak akan tinggi. Kalau produksi sedikit (dan permintaan banyak), akan berpengaruh (terhadap harga)," kata dia.
Sementara pedagang ayam potong, Sutini, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com mengakui adanya kenaikan harga jual daging ayam.
" Biasanya Rp21 ribu—Rp22 ribu per kg. Ini juga kami tidak jual sampai Rp28 ribu ke pelanggan,” katanya.
Sutini mengaku harus menombok agar harga jual ayam potong yang jatuh ke pelanggan tak terlalu tinggi. Kondisi seperti ini membuatnya sulit mendapatkan untung.
“ Mereka mana mau. Paling Rp25 ribu, kan, rugi,” kata Sutini.
Wanita berusia 46 tahun ini hanya mengikuti proses pasar. Sutini merupakan pihak ketiga yang sampai ke peternak setelah peternak dan pedagang perantara. Dia juga menginginkan harga ayam turun.
“ Maunya turun. Nggak bisa terus-terusan begini,” kata dia.
Pedagang ayam potong lainnya, Slamet, mengatakan harga ayam potong minggu ini tak jauh berbeda dengan minggu kemarin. Misalnya, harga dada ayam Rp55 ribu per kg dan paha ayam Rp40 ribu per kg.
“ Masih sama,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan